
KUTAI TIMUR jurnalpolisi.id
Polres Kutai Timur (Kutim) mengajak orang tua dan masyarakat untuk meningkatkan pengawasan serta pembinaan terhadap anak-anak guna mencegah kenakalan remaja, khususnya perkelahian antarpelajar. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Minggu Kasih di Gereja Toraja Jemaat Rama, Desa Singa Gembara, Kecamatan Sangatta Utara, Minggu (1/11/2026).
Kegiatan dipimpin Wakapolres Kutim Kompol Anton Saman bersama Ps. Kasat Polairud IPTU Herianto dan tiga personel Satbinmas Polres Kutim. Selain mengikuti ibadah bersama jemaat, personel kepolisian juga melaksanakan pengamanan serta menjalin silaturahmi dengan pendeta dan pengurus gereja.
Dalam kesempatan tersebut, Wakapolres Kutim Kompol Anton Saman menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terutama mengenai pentingnya mencegah kenakalan remaja dan perkelahian antarpelajar yang berpotensi mengganggu keamanan lingkungan serta masa depan generasi muda.
Anton Saman menyampaikan apresiasi kepada pendeta, pengurus, dan seluruh jemaat Gereja Toraja Jemaat Rama yang telah menerima kehadiran jajaran Polres Kutim melalui Program Minggu Kasih.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pendeta, pengurus, dan seluruh jemaat Gereja Toraja Jemaat Rama yang telah memberikan kesempatan kepada Polres Kutim untuk hadir melalui Program Minggu Kasih. Kegiatan ini merupakan wujud nyata Polri hadir di tengah-tengah masyarakat,” ujar Anton Saman.
Peran Orang Tua Penting dalam Pencegahan Perkelahian Pelajar
Wakapolres mengungkapkan, perkelahian antarpelajar dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari kesalahpahaman, saling ejek melalui media sosial, hingga pengaruh minuman keras.
Menurutnya, pengawasan dan pembinaan dalam lingkungan keluarga menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah perilaku negatif di kalangan remaja.
“Kami mengimbau kepada seluruh orang tua dan jemaat agar bersama-sama meningkatkan pengawasan serta pembinaan terhadap anak-anak kita. Jangan sampai persoalan kecil, seperti saling mengejek atau kesalahpahaman di media sosial, berkembang menjadi perkelahian yang merugikan masa depan mereka,” tegasnya.
Ia menambahkan, upaya pencegahan kenakalan remaja tidak dapat dilakukan oleh kepolisian semata. Diperlukan keterlibatan keluarga, lingkungan pendidikan, tokoh agama, serta masyarakat untuk membangun karakter generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan.
Gereja Didorong Menjadi Mitra Kepolisian
Melalui Program Minggu Kasih, Polres Kutim turut mendorong peran tokoh agama dan lembaga keagamaan sebagai mitra kepolisian dalam memberikan pembinaan moral dan spiritual kepada generasi muda.
Dalam kegiatan tersebut, pihak Gereja Toraja Jemaat Rama menyatakan kesediaannya untuk terus menjalin koordinasi dengan Bhabinkamtibmas maupun Polsek Sangatta Utara apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas, khususnya yang berkaitan dengan kenakalan remaja di lingkungan gereja.
Sinergi antara kepolisian dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat upaya deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif.
Melalui kegiatan Minggu Kasih, Polres Kutai Timur berkomitmen untuk terus membangun komunikasi, mempererat hubungan dengan masyarakat, serta meningkatkan kesadaran bersama dalam menjaga kamtibmas.
Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, diharapkan Kabupaten Kutai Timur semakin aman, harmonis, dan terbebas dari berbagai bentuk kenakalan remaja maupun perkelahian antarpelajar.
( Alfian )




