
Bandung, jurnalpolisi.id
Yayasan Majelis Al-Barjah menggelar tasyakur binikmah dalam rangka Milad ke-7 dengan menyelenggarakan berbagai perlombaan Islami di Gedung Golkar Kota Bandung, Jalan Pelajar Pejuang 45, Sabtu (18/7/2026). Mengusung tema “Ngacaka Raga – Ngajika Diri”, kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat syiar Islam sekaligus membangun karakter generasi muda melalui pendidikan berbasis nilai-nilai keagamaan.
Perayaan milad dihadiri oleh pengurus, jemaah, para asatiz, peserta lomba, serta masyarakat dari berbagai daerah. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi bentuk rasa syukur atas perjalanan dakwah Majelis Al-Barjah selama tujuh tahun dalam membina umat.
Ketua Panitia Pelaksana, R. Saeful Anwar atau yang akrab disapa Kang Eful, mengatakan bahwa Milad ke-7 merupakan ungkapan syukur atas keberlangsungan dakwah Majelis Al-Barjah yang terus berkembang.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mempererat ukhuwah Islamiyah, menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, sekaligus menghidupkan kembali seni dan budaya Islam sebagai sarana dakwah yang positif,” ujarnya.
Menurut Kang Eful, tujuan utama penyelenggaraan berbagai perlombaan bukan sekadar mencari juara, melainkan menjadi media pembinaan untuk menemukan bibit-bibit generasi penerus ulama yang kelak dapat melanjutkan perjuangan dakwah Majelis Al-Barjah di bawah bimbingan K.H. Ruslan Abdul Gani.

Sebanyak 253 peserta dari berbagai wilayah tercatat mengikuti rangkaian perlombaan yang terdiri atas tujuh cabang, yaitu Lomba Azan, Tahfiz Juz 30 kategori anak dan dewasa, Fashion Show Islami, Mewarnai Kaligrafi untuk tingkat TK hingga kelas VI SD, Festival Musik Islami yang meliputi hadrah, marawis, dan qasidah, serta Lomba Desain Pondok Pesantren Al-Barjah.
Antusiasme peserta menjadi catatan positif bagi panitia. Selama ini, kegiatan rutin pengajian bulanan Majelis Al-Barjah di Masjid Raya Bandung lebih banyak diikuti kalangan orang tua. Melalui perlombaan tersebut, panitia ingin membuka ruang yang lebih luas bagi anak-anak dan generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan mengamalkan ajaran Islam sejak dini.
Kang Eful menambahkan, pembinaan terhadap generasi muda menjadi salah satu fokus utama Majelis Al-Barjah di tengah perkembangan teknologi digital yang begitu pesat.
“Anak-anak dan remaja saat ini sangat dekat dengan gawai. Karena itu kami ingin menghadirkan kegiatan yang positif agar mereka memiliki ruang untuk belajar agama, berkreasi, dan memperkuat akhlak,” katanya.
Majelis Al-Barjah berharap kegiatan tersebut menjadi sarana membentuk karakter generasi muda yang mampu membedakan antara yang benar dan yang salah, sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Penasihat sekaligus Penanggung Jawab Acara, Ustaz Irwan Komaryadi, A.Md., yang juga merupakan pengurus Majelis Al-Barjah dan Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kota Bandung, menjelaskan bahwa seluruh cabang perlombaan dipilih berdasarkan nilai edukasi dan manfaatnya bagi pembinaan generasi muda.
Menurutnya, lomba azan dan tahfiz Al-Qur’an bertujuan menumbuhkan semangat anak-anak untuk mempelajari Al-Qur’an sejak dini sehingga terhindar dari buta huruf Al-Qur’an. Adapun lomba mewarnai kaligrafi menjadi media pengenalan huruf hijaiyah yang menyenangkan bagi anak-anak.
Ia juga menjelaskan bahwa lomba busana muslim dan festival seni Islami merupakan bagian dari dakwah kultural yang menampilkan keindahan Islam melalui seni.
“Dengan ilmu hidup menjadi mudah, dengan iman hidup menjadi aman, dan dengan seni hidup menjadi indah. Karena itu seni harus diarahkan menjadi media dakwah yang membawa manfaat,” ungkapnya.
Di akhir kegiatan, Ustaz Irwan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun generasi muda yang berakhlak mulia di tengah berbagai tantangan zaman, seperti penyalahgunaan narkoba, kenakalan remaja, hingga meningkatnya tindak kriminal yang melibatkan anak di bawah umur.
Melalui pembinaan karakter yang dikemas dalam kegiatan religius dan kompetitif, Majelis Al-Barjah berharap dapat melahirkan generasi muda Kota Bandung yang cerdas, beriman, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian terhadap agama, bangsa, dan masyarakat.
(Tanjung Hamirzen)




