
BALIKPAPAN – jurnalpolisi.id
Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kalimantan Timur mematangkan persiapan pelaksanaan Operasi Antik Mahakam 2026 dengan melakukan pengecekan kesiapan personel, posko operasi, serta sistem pengendalian yang akan menjadi pusat koordinasi selama operasi berlangsung.
Kegiatan yang dipimpin Direktur Reserse Narkoba Polda Kalimantan Timur, Kombes Pol Romylus Tamtelahitu, S.Sos., S.I.K., M.Krim., selaku Kepala Operasi (Kaops), berlangsung di Gedung Ditresnarkoba Polda Kaltim, Balikpapan, Sabtu (11/7/2026).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut para Kasatgas Lidik, Kasatgas Sidik, Kasatgas Banops, Kepala Posko, Kepala Analisa dan Evaluasi (Anev), serta seluruh personel Ditresnarkoba yang terlibat dalam Operasi Antik Mahakam 2026.
Dalam arahannya, Kombes Pol Romylus menegaskan bahwa kesiapan personel dan perangkat pendukung menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan operasi. Ia meminta seluruh satuan tugas memastikan mekanisme koordinasi, administrasi, serta sistem pelaporan berjalan secara optimal sehingga pelaksanaan operasi dapat berlangsung efektif dan terukur.
Menurutnya, posko operasi memiliki peran strategis sebagai pusat kendali dalam memantau perkembangan kegiatan di lapangan sekaligus memastikan koordinasi antara Polda dan seluruh jajaran kewilayahan berjalan secara terpadu.
Pengecekan tersebut juga bertujuan memastikan seluruh tahapan operasional telah siap dilaksanakan, mulai dari aspek administrasi, pengendalian, hingga koordinasi antarsatuan tugas. Dengan kesiapan tersebut, Operasi Antik Mahakam 2026 diharapkan mampu mengoptimalkan upaya pemberantasan peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika di wilayah hukum Polda Kalimantan Timur.
Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kalimantan Timur, Kombes Pol Dr. Tedy Sopandi, S.I.K., M.Si., mengatakan briefing dan pengecekan posko merupakan bagian dari tahapan penting sebelum operasi dilaksanakan.
“Operasi Antik Mahakam merupakan langkah strategis Polda Kalimantan Timur dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Karena itu, kesiapan personel, posko operasi, sistem pelaporan, hingga pengendalian harus dipastikan berjalan maksimal agar seluruh rangkaian operasi dapat terlaksana secara efektif, terukur, dan mencapai target yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, Polda Kalimantan Timur berkomitmen mengoptimalkan sinergi seluruh fungsi operasional guna mendukung keberhasilan Operasi Antik Mahakam 2026. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Polri dalam melindungi masyarakat dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
( Alfian )




