
BANYUWANGI,- jurnalpolisi.id
Harga cabai rawit di Banyuwangi melonjak tajam dalam sepekan terakhir. Di Pasar Banyuwang, komoditas ini naik dari sekitar Rp35 ribu per kilogram menjadi Rp65 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram.
Kenaikan tersebut terpantau pada Rabo 9 September 2026*. Sejumlah pedagang menyebut harga mulai merangkak sejak akhir Agustus dan terus naik hingga awal September.
Khoirul, pedagang sembako di Pasar Banyuwangi, mengatakan harga cabai rawit sudah berada di level Rp65 ribu per kilogram.
“Sebelumnya harga masih di kisaran Rp35 ribu per kilogram, lalu naik ke Rp50 ribu sebelum kembali bergerak naik dalam beberapa hari terakhir,” ujarnya.
Pedagang lain, Sulastri, menilai lonjakan harga terjadi karena pasokan dari pemasok berkurang. Menurut dia, kondisi itu membuat harga di tingkat pedagang ikut terdorong naik. Pada awal Agustus, cabai rawit masih dijual sekitar Rp35 ribu per kilogram.
Kenaikan serupa juga terjadi di Pasar Blambangan. Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok Jawa Timur, harga cabai rawit di pasar itu tercatat Rp62 ribu per kilogram pada Selasa 8 September 2026, naik dari Rp60 ribu per kilogram sehari sebelumnya.
Pergerakan harga ini membuat cabai rawit kembali menjadi komoditas yang menekan pengeluaran rumah tangga. Dalam waktu sekitar satu bulan, harganya di tingkat pedagang hampir naik dua kali lipat.
Keterbatasan pasokan disebut menjadi faktor utama di balik lonjakan tersebut. Jika suplai belum normal, harga cabai rawit diperkirakan masih akan mengikuti kondisi ketersediaan barang di pasar.
Banyuwangi, Rabo 9 September 2026
Jurnalis: Boby
Sumber: Pantauan Pasar Banyuwangi & Blambangan, SIPHAT Jatim




