
Muratara—Jurnalpolisi.id
Penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Musi Rawas Utara kini diperkuat dengan strategi berbasis teknologi digital.
Menindaklanjuti petunjuk dan perintah Kapolres Musi Rawas Utara, AKBP Rendy Surya Aditama, S.H., S.I.K., M.H., Bagian Operasi Polres Muratara menghadirkan Command Center Bagops Posko Aman Nusa-2 Penanggulangan Karhutla.
Kapolres Muratara AKBP Rendy Surya Aditama,S.H.,S.Ik.,M.H saat dimintai keterangan oleh awak media Jurnal Polisi News melalui Kabag Ops Polres Muratara Kompol Zulkifikar,S.H mengatakan terobosan ini merupakan gagasan Kabag Ops Polres Muratara, Kompol Zulfikar, S.H.,menjadi pusat kendali untuk mengelola data, melakukan mitigasi, memantau perkembangan situasi, sekaligus menyebarluaskan informasi terkait kebakaran hutan dan lahan.
Melalui Command Center, pemantauan tidak lagi hanya mengandalkan laporan manual dari lapangan.
Data terkini dari sistem pemantauan satelit, termasuk BRAIN dan SIPONGI, menjadi salah satu sumber informasi dalam mendeteksi dan memetakan potensi maupun kejadian karhutla secara lebih cepat dan akurat.
Tampilan Command Center, layar pemantauan, data hotspot, peta wilayah, personel melakukan monitoring.
Dari pusat kendali ini, informasi mengenai titik panas atau hotspot, titik api di lapangan, perkembangan penanganan, kegiatan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat, hingga langkah penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan, terus diperbarui dan disebarluaskan.
Dengan sistem tersebut, setiap indikasi kebakaran diharapkan dapat segera ditindaklanjuti. Informasi yang diterima menjadi dasar untuk mempercepat koordinasi dan pengerahan personel, sehingga penanganan di lapangan dapat dilakukan secara lebih terukur,Petugas lapangan, patroli, pemadaman api, sosialisasi kepada masyarakat.Bukan sekadar menjadi ruang pemantauan, Command Center Bagops Posko Aman Nusa-2 juga menjadi bagian dari upaya membangun pola penanggulangan karhutla yang cepat, terpadu, berbasis data, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat serta perlindungan lingkungan.
Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa perang terhadap karhutla tidak hanya dilakukan ketika api telah membesar.
Deteksi dini, respons cepat, pencegahan, edukasi masyarakat, hingga penegakan hukum menjadi satu rangkaian yang tidak terpisahkan.
Polres Musi Rawas Utara menegaskan, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Masyarakat diimbau tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, karena satu titik api yang dibiarkan dapat berkembang menjadi bencana yang lebih luas.
Teknologi kini ditempatkan di garis depan penanggulangan karhutla di Musi Rawas Utara.
Dari layar Command Center, setiap titik panas dipantau,dari data, langkah cepat disiapkan. Dan ketika api sengaja dinyalakan, penegakan hukum menjadi jawaban.
Sebab dalam perang melawan karhutla, terlambat bertindak berarti memberi kesempatan api berubah menjadi bencana,Ujar Kabag Ops (Dedi)”




