
SURABAYA, – jurnalpolisi.id
Pihak yang sebelumnya menyampaikan informasi terkait proses pemeriksaan di Direktorat Reserse PPA dan PPO Polda Jawa Timur secara resmi menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf kepada Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Jawa Timur beserta seluruh awak media atas pemberitaan yang telah beredar di sejumlah media massa.
Permohonan maaf tersebut berkaitan dengan pemberitaan yang dimuat di beberapa media, di antaranya Media Edy Macan (15 Juni 2026), Suara Tempo.com (19 Juni), Radar CNN Online (19 Juni 2026), DelikJatim.com (19 Juni 2026), Tigapilarpos.id (19 Juni 2026), dan Jurnal Polisi News (29 Juni 2026).
Dalam klarifikasinya, pihak yang bersangkutan juga mencabut pernyataan sebelumnya yang menyebut adanya tekanan psikis akibat pertanyaan yang dianggap menyudutkan saat menjalani pemeriksaan oleh penyidik Direktorat Reserse PPA dan PPO Polda Jawa Timur. Selain itu, pernyataan mengenai dugaan adanya permintaan uang sebesar Rp200 juta oleh penyidik yang sebelumnya disampaikan melalui kuasa hukumnya juga dicabut.
Pihak yang bersangkutan menegaskan bahwa informasi yang sebelumnya beredar terjadi karena adanya kesalahpahaman dan kurangnya informasi yang disampaikan kepada awak media, sehingga pemberitaan yang terbit tidak menggambarkan fakta yang sebenarnya.
“Kami menyadari bahwa kurangnya informasi dari kami kepada rekan-rekan media telah menimbulkan pemberitaan yang kemudian menyebabkan ketidaknyamanan bagi Direktorat Reserse PPA dan PPO Polda Jawa Timur. Untuk itu kami menyampaikan permohonan maaf serta meluruskan informasi tersebut sebagai bentuk tanggung jawab kami atas pemberitaan yang telah terlanjur beredar luas,” demikian isi pernyataan klarifikasi.
Melalui klarifikasi ini, pihak yang bersangkutan berharap seluruh awak media dapat menjadikan pernyataan terbaru tersebut sebagai rujukan guna meluruskan informasi yang sebelumnya telah dipublikasikan. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk komitmen terhadap penyampaian informasi yang akurat, berimbang, dan sesuai dengan fakta yang sebenarnya.(A.Tono)




