Balikpapan – jurnalpolisi.id
Ketua Forum Purnawirawan Pejuang Indonesia (FPPI) wilayah Kalimantan Timur, S. Wahyu, S.Sos didampingi Ketua DPC Balikpapan Cucuk Basuki dan jajaran FPPI turut bergabung dalam aksi unjuk rasa Mahasiswa bersama Komunitas Sopir Truk Balikpapan di depan Gedung DPRD Kota Balikpapan, Senin (4/5/2026). Aksi tersebut menyoroti kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang terjadi di sejumlah SPBU, khususnya di kawasan Km 13 dan Km 15.
Dalam orasinya di atas mobil komando, Wahyu menegaskan bahwa persoalan kelangkaan solar harus segera mendapat kepastian solusi dari pemerintah daerah dan DPRD. Ia meminta agar tuntutan masyarakat tidak hanya ditanggapi secara lisan, tetapi dituangkan dalam keputusan resmi yang jelas dan terukur.
“Kami meminta adanya kepastian dan langkah konkret, bukan sekadar janji. Harus ada keputusan yang ditandatangani oleh DPRD dan pemerintah daerah agar persoalan ini tidak berlarut-larut,” ujarnya di hadapan massa aksi.
Wahyu juga menyoroti pentingnya transparansi dalam distribusi BBM bersubsidi serta alokasi kuota yang dinilai belum merata. Ia mendorong agar pemerintah memberikan penjelasan rinci terkait distribusi solar di setiap wilayah, termasuk kemungkinan penambahan kuota guna menjawab kebutuhan masyarakat.
Selain itu, ia menyinggung dampak kelangkaan solar terhadap para sopir truk yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas angkutan.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi, tetapi juga berpotensi memicu persoalan sosial di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Wahyu menegaskan bahwa aksi yang dilakukan merupakan bagian dari penyampaian aspirasi secara damai dan konstitusional. Ia juga mengingatkan seluruh peserta aksi untuk tetap menjaga ketertiban serta tidak melakukan tindakan anarkis.
“Kita tetap menjunjung tinggi hukum. Sampaikan aspirasi dengan damai, tetapi harus diperjuangkan hingga ada kejelasan,” tegasnya.
Aksi yang melibatkan mahasiswa dan komunitas sopir truk ini merupakan bentuk protes terhadap kondisi distribusi BBM subsidi yang dinilai belum optimal di Kota Balikpapan. Massa berharap pemerintah dan DPRD dapat segera mengambil langkah konkret untuk memastikan ketersediaan solar yang adil dan merata.
Hingga aksi berlangsung, situasi di sekitar Gedung DPRD Kota Balikpapan terpantau aman dan kondusif dengan pengawalan aparat kepolisian.
( Alfian )