CILACAP, Jurnalpolisi.id
Gandrungmangu, Kelompok Tani (Poktan) Dewi Sri di Desa Muktisari, Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap, berhasil membuktikan bahwa bantuan stimulan dari pemerintah mampu menjadi mesin penggerak ekonomi desa yang nyata. Melalui program Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO) hibah dari Kementerian Pertanian (Kementan), kelompok ini kini bertransformasi menjadi produsen pupuk organik mandiri.
Tak sekadar memelihara ternak, Poktan Dewi Sri secara kreatif menyulap limbah kotoran sapi dan urine kelinci menjadi produk bernilai guna tinggi. Dengan sentuhan pengolahan yang sistematis, kelompok ini mampu mencapai kapasitas produksi hingga 10 ton pupuk organik per bulan.
Dari Limbah Menjadi Berkah
Kehadiran program UPPO ini membawa dampak ganda bagi petani di Desa Muktisari. Selain mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, inisiatif ini juga menjadi solusi atas permasalahan limbah peternakan yang selama ini belum tergarap maksimal.
Ketua Poktan Dewi Sri, Beong, mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian kelompoknya. Menurutnya, pupuk yang dihasilkan terdiri dari dua jenis, yakni pupuk organik padat dan pupuk cair hasil fermentasi urine kelinci.
”Alhamdulillah, hasil pupuk organik yang kami produksi saat ini penjualannya masih di lingkup lokal untuk memenuhi kebutuhan petani sekitar. Ini sangat membantu menjamin ketersediaan pupuk bagi anggota kami,” ujar Beong.
Harapan Perluasan Pasar
Meski telah berhasil dalam sisi produksi, Poktan Dewi Sri kini menghadapi tantangan baru dalam hal distribusi skala besar. Saat ini, pemanfaatan pupuk tersebut masih terbatas pada lahan-lahan milik anggota kelompok dan petani di lingkungan desa setempat.
Pihak kelompok berharap adanya dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah maupun instansi terkait, khususnya dalam menjembatani akses pasar yang lebih luas.
”Harapan kami, pemerintah bisa membantu lebih lanjut untuk pemasaran. Jika pasar sudah terbuka lebar, tentu para petani penggarap sapi UPPO ini akan lebih terbantu secara ekonomi dan semakin semangat dalam berproduksi,” pungkas Beong.
Melalui langkah konsisten ini, Poktan Dewi Sri tidak hanya berkontribusi pada pemulihan kesehatan lahan pertanian di Cilacap melalui penggunaan pupuk organik, tetapi juga menciptakan model ekonomi sirkular yang patut dicontoh oleh desa-desa lainnya.
Editor : (Giyatno)