
BALIKPAPAN – jurnalpolisi.id
Pemerintah Kota Balikpapan mendorong penguatan literasi masyarakat di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Literasi dinilai tidak lagi sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kecakapan masyarakat dalam memahami dan memanfaatkan teknologi secara bijak.
Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Balikpapan Dr H Rahmad Mas’ud SE ME saat menghadiri puncak peringatan Hari Aksara Internasional 2026 yang dirangkai dengan Festival Pendidikan Nonformal (PN Fest) 2026 di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome, Kamis (10/9/2026).
Rahmad mengatakan, tantangan pemberantasan buta aksara saat ini berkembang seiring dengan pesatnya digitalisasi. Karena itu, pendidikan harus mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat agar tidak ada warga yang tertinggal oleh perubahan zaman.
“Tantangan buta aksara tidak lagi sekadar ketidakmampuan membaca teks cetak, melainkan juga tantangan buta literasi digital,” kata Rahmad.
Menurutnya, konsep pendidikan tanpa batas menjadi salah satu kunci untuk membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul, kompetitif, sekaligus berkarakter.
Hal tersebut, kata dia, semakin penting bagi Balikpapan yang memiliki posisi strategis sebagai salah satu daerah penyangga sekaligus beranda Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Balikpapan sebagai beranda Ibu Kota Nusantara dituntut untuk terus melahirkan sumber daya manusia yang unggul, kompetitif, dan tentunya berkarakter di era digitalisasi,” ujarnya.
Pendidikan dan Kesehatan Jadi Prioritas
Rahmad menegaskan, pendidikan dan kesehatan menjadi dua sektor yang terus menjadi perhatian Pemerintah Kota Balikpapan.
Pemkot, kata dia, berupaya memastikan masyarakat memperoleh akses pendidikan dan layanan kesehatan yang semakin mudah dan terjangkau.
Dalam kesempatan tersebut, Rahmad juga menyampaikan harapannya agar masyarakat Kalimantan Timur ke depan dapat memperoleh akses pendidikan gratis hingga jenjang perguruan tinggi, bahkan sampai strata tiga (S3).
“Seluruh pendidikan mulai dari PAUD, TK sampai dengan SMA, bahkan dengan S3 nanti, seluruh warga Kalimantan Timur mendapatkan pendidikan yang gratis. Nah, itu harapan kami,” katanya.
Rahmad menambahkan, Pemkot Balikpapan siap mendukung program pendidikan gratis yang digagas Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Pendidikan Nonformal Tetap Diperkuat
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan Irfan Taufik mengatakan, puncak peringatan Hari Aksara Internasional 2026 merupakan bagian akhir dari rangkaian kegiatan yang sebelumnya telah dilaksanakan oleh satuan pendidikan nonformal.
Berbagai perlombaan dan kegiatan melibatkan Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF) serta Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) se-Kota Balikpapan.
Irfan menyebut seluruh rangkaian kegiatan tersebut lahir dari inisiatif SPNF dan PKBM di Balikpapan.
“Kegiatan ini adalah kegiatan murni berasal dari seluruh SPNF dan PKBM Kota Balikpapan,” ujar Irfan.
Menurutnya, pelaksanaan kegiatan tersebut menunjukkan kekompakan dan semangat para pengelola pendidikan nonformal, terutama di tengah kondisi fiskal daerah yang menghadapi tekanan akibat berkurangnya transfer ke daerah.
Ia mengapresiasi para penyelenggara yang tetap mampu menggelar kegiatan melalui semangat gotong royong dan swakelola.
“Dengan semangat, dengan dana sendiri dari masing-masing bisa melaksanakan kegiatan yang luar biasa. Itu adalah tanda bahwa kalian semua SPNF dan PKBM se-Kota Balikpapan kompak,” katanya.
Irfan memastikan komitmen Pemkot Balikpapan terhadap sektor pendidikan tetap berjalan meski kondisi fiskal daerah menghadapi berbagai tantangan.
Sejumlah program prioritas pendidikan, kata dia, masih dilaksanakan pada 2026, termasuk penyediaan seragam bagi siswa, bantuan SPP gratis, serta dukungan bagi guru dan tenaga kependidikan.
“Hak anak-anak kita untuk mendapatkan seragam masih terus dilaksanakan. Hak anak-anak kita untuk mendapatkan dana SPP gratis, juga masih tetap disediakan,” ujarnya.
Ia menambahkan, gaji dan tunjangan tambahan2026 penghasilan bagi guru juga tetap dialokasikan pada 2026.
“Gaji-gaji guru, tamsil guru, masih tetap semua ada dan aman untuk di tahun 2026 ini,” kata Irfan.
Karena itu, ia meminta para guru dan tenaga kependidikan tidak khawatir terhadap keberlanjutan program pendidikan di Kota Balikpapan.
Peserta Didik Nonformal Diminta Tidak Minder
Irfan juga berpesan kepada peserta didik pendidikan nonformal agar tidak merasa rendah diri karena menempuh pendidikan melalui SPNF maupun PKBM.
Ia menegaskan, jalur pendidikan nonformal tetap memberikan kesempatan yang sama kepada peserta didik untuk melanjutkan pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik.
Irfan bahkan mencontohkan salah seorang pejabat di Kutai Kartanegara yang disebutnya pernah menempuh pendidikan di SKB Balikpapan Timur.
“Jangan pernah pesimis karena anak-anakku berada di SPNF dan berada di satuan pendidikan berbasis masyarakat PKBM,” tuturnya.
Puncak peringatan Hari Aksara Internasional 2026 tersebut secara resmi dibuka oleh Wali Kota Balikpapan.
Mengusung tema “Literasi untuk Sesama, Semesta dan Sejahtera”, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran pendidikan nonformal dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas akses pendidikan bagi masyarakat di Kota Balikpapan.
( Alfian )




