
Penajam Paser Utara jurnalpolisi.id
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bersama TNI-Polri, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama dan sejumlah pemangku kepentingan menggelar Salat Istisqa di Lapangan Apel Polres PPU, Selasa (1/9/2026).
Salat Istisqa atau salat meminta hujan tersebut digelar di tengah kondisi cuaca kering dan meningkatnya kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah PPU.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian Apel Gelar Pasukan Tiga Pilar Siaga Bencana Karhutla Tahun 2026. Selain sebagai ikhtiar keagamaan untuk memohon turunnya hujan, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat sinergi lintas instansi dalam menghadapi musim kemarau dan mencegah Karhutla.
Salat Istisqa diikuti Bupati PPU H. Mudyat Noor, S.Hut., Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara, S.I.K., M.M., M.Tr.SOU., Dandim 0913/PPU Letkol Inf Fandy Satria Dwi Wahyuono, S.Hub.Int., serta unsur Forkopimda dan stakeholder terkait.
Turut hadir Wakapolres PPU Kompol Roganda, S.H., unsur DPRD PPU, Kepala Kejaksaan Negeri PPU Harwanto, S.H., M.A.P., perwakilan Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama, Kalak BPBD PPU Hj. Nurlaila, Kepala DPKP PPU Drs. Fernando Simanjuntak, Satpol PP, pejabat utama Polres PPU, perwakilan organisasi keagamaan, tokoh masyarakat dan peserta apel.
Salat dipimpin Ketua MUI Kabupaten PPU K.H. Abu Hasan Mubarak, M.Pd., yang bertindak sebagai imam sekaligus menyampaikan tausiyah setelah pelaksanaan salat.
Dalam tausiyahnya, Abu Hasan mengajak jamaah memperbanyak istighfar, melakukan introspeksi diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT sebagai bagian dari ikhtiar menghadapi kondisi kekeringan.
“Salat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar dan doa bersama untuk memohon pertolongan Allah SWT, khususnya dalam menghadapi kondisi kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa doa perlu disertai usaha nyata. Menurutnya, pencegahan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas pemadam, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat.
“Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau petugas pemadam, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Mari kita menjaga lingkungan, tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan serta segera melaporkan apabila melihat adanya kebakaran,” katanya.
Abu Hasan juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan selama musim kemarau. Menurutnya, air, tanah, hutan dan udara merupakan sumber kehidupan yang harus dijaga dan dimanfaatkan secara bijaksana.
Di akhir tausiyah, jamaah diajak berdoa agar hujan segera turun, kebakaran dapat dikendalikan, asap berkurang, kesehatan masyarakat tetap terjaga serta personel, relawan dan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan Karhutla diberikan keselamatan dan kekuatan.
Perkuat Sinergi Pencegahan Karhutla
Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara mengatakan penanganan Karhutla membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, aparat keamanan dan masyarakat.
“Doa merupakan bagian dari ikhtiar kita. Tetapi ikhtiar juga harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Sinergitas lintas instansi dan dukungan masyarakat harus terus diperkuat, terutama dalam mencegah, mendeteksi dan merespons setiap potensi Karhutla,” tegasnya.
Kapolres mengajak masyarakat turut berperan menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Warga juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
Sementara itu, Bupati PPU H. Mudyat Noor mengajak masyarakat menjadikan pencegahan Karhutla sebagai gerakan bersama.
“Pemerintah membutuhkan dukungan masyarakat. Aparat membutuhkan kepedulian masyarakat dan masyarakat membutuhkan kehadiran pemerintah serta aparat di tengah-tengah mereka. Mari kita bangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari menjaga kehidupan,” ujarnya.
Kolaborasi pemerintah daerah, TNI-Polri, stakeholder dan masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam menghadapi musim kemarau. Upaya pencegahan, deteksi dini dan respons cepat diharapkan dapat mengantisipasi kebakaran agar tidak meluas.
Melalui Salat Istisqa tersebut, jajaran Forkopimda bersama masyarakat tidak hanya memanjatkan doa agar hujan segera turun, tetapi juga memperkuat komitmen bersama untuk menjaga lingkungan dan mencegah Karhutla di wilayah Kabupaten PPU.
( Alfian )




