Blora, jurnalpolisi.id
Malam itu di Desa Karangjong Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora Jawa Tengah tepatnya di halaman rumah kepala Desa Karangjong, suasananya tidak seperti hari – hari biasa, kali ini halaman rumah tersebut berjejal dipenuhi oleh kehadiran para warganya.
Keceriaan wajah para warga tampak memancar dari raut mukanya yang menghiasi kehadirannya di halaman rumah kepala desanya dalam rangka upacara sedekah bumi yang setiap tahun rutin selalu diperingati dengan berbagai pertunjukan.
Sugiono, Kepala Desa Karangjong saat dimintai keterangan menjelaskan bahwa acara sedekah bumi tersebut merupakan acara adat yang selalu dilestarikan oleh warga Desa Karangjong setiap tahun selama 3 hari berturut – turut . Sedekah bumi berlangsung sejak hari Selasa hingga Kamis, 9 – 11 / 6/2026. .
Pemerintahan Desa Karangjong bersama warganya selalu merayakan acara tradisi adat tersebut dengan menyuguhkan berbagai pertunjukan, hari pertama Selasa di Dukuh Pelem diadakan acara hajatan, pentas campursari sehari semalam di Kantor Desa dan sawatan nasi, hari kedua Rabu di Dukuh Pule diadakan hajatan dan pentas tayub sehari semalam pada hari ketiga Kamis diadakan hajatan pentas ketoprak sehari semalam serta campur sari di halaman rumah kepala desa .
” Diselenggarakannya acara sedekah bumi ini merupakan ungkapan rasa syukur dari warga Desa Karangjong pada Tuhan YME dimana warga masyarakat telah diberikan kesehatan, umur panjang, rejeki yang halal berlimpah terutama panen padi yang berhasil sesuai yang diharapkan.” tuturnya.
Sekretaris Desa Karangjong Harsono saat ditemui menerangkan bahwa Semenjak lurah Sugiono menjabat Kepala Desa Karangjong acara sedekah bumi selalu diselenggarakan dengan meriah sekali setiap tahunnya
” Adapun pendanaan penyelenggaraan seni campursari, Seni Tayub dan ketoprak biayanya berasal dari sumbangan warga masyarakat sedang kekurangannya ditanggung oleh pak Lurah pribadi.” terangnya.
Sujoko Kadus Dukuh Karangjong, juga menjelaskan bahwa hajat sedekah bumi tersebut juga merupakan ungkapan rasa syukur warga masyarakat dimana pembangunan di Desa Karangjong telah dilaksanakan dengan baik dan hasilnya memuaskan.
” Kepala Desa Sugiono benar – benar mampu merubah Desa Karangjong menjadi desa yang lebih maju kini menjadi Desa Wisata, lebih baik dari sebelumnya. Warga masyarakat sangat bangga dan bersyukur “, ungkapnya.
Tutut , warga Desa Karangjong yang ikut menonton pertunjukan ketoprak menerangkan bahwa sedekah bumi tersebut disamping untuk acara tradisi tahunan juga merupakan sarana untuk menyenangkan serta memberikan hiburan warga masyarakat, tuturnya.
Pertunjukan seni ketoprak ” Wahyu Ngesti Utomo ” pimpinan Didik dari Desa Karangtawang Kecamatan Tunjungan Kabupaten Blora yang di sutradarai oleh Kusno tersebut memang benar – benar luar biasa meriah. Pementasan tersebut mampu menyerap penonton hingga berjejal memadati halaman rumah kepala Desa Karangjong.
Dalam kesibukannya mengatur para pemain yang sedang berdandan, saat dihubungi Didik menjelaskan bahwa tampilan seni ketoprak malam ini akan mengambil alur cerita ” Geger Jenggolo Ande- Ande Lumut. ” sedangkan siang tadi mengambil alur erita ” Lambangsari Edan ” . Dengan jumlah pemain peran dan waranggono berjumlah kurang lebih 75 orang .
” Para pemain ketoprak Wahyu Ngesti Budoyo adalah pemain pilihan dan terlatih baik. Pemain perempuannya memang saya pilih yang cantik – cantik biar penonton tidak mengantuk. Bagi warga masyarakat yang ingin m⁰enanggap ketoprak bisa menghubungi kami.” ujarnya sambil tersenyum . ( Djoks.).