
BALIKPAPAN – jurnalpolisi.id
Festival Rakyat 2026 Kalimantan Timur resmi dibuka di kawasan Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) dan Pantai Monpera, Balikpapan, Selasa (14/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung hingga 20 Juli 2026 itu menjadi ajang kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, TNI, Polri, dan masyarakat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Acara pembukaan dihadiri sekitar 200 peserta, di antaranya Staf Ahli Gubernur Kalimantan Timur Ir. Siti Farisyah Yana, M.Si., Wakil Ketua Umum Kadin Kaltim Adnan Faridhan, Ketua Kadin Balikpapan Noval Asfihani, Kolonel Inf. Denny Salurerung selaku Dandim 0905/Balikpapan mewakili Pangdam VI/Mulawarman, Dirbinmas Polda Kaltim Kombes Pol. Arman, S.I.K., M.Si., perwakilan TVRI Kaltim, Bank Kaltimtara, pelaku UMKM, serta masyarakat.
Rangkaian pembukaan diawali dengan tarian tradisional, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Kadin, doa bersama, sambutan para pejabat, penekanan sirene sebagai tanda dibukanya festival, dilanjutkan peninjauan stan UMKM.
Dalam sambutannya yang dibacakan Ketua Kadin Balikpapan Noval Asfihani, Ketua Kadin Kalimantan Timur menegaskan bahwa Festival Rakyat 2026 merupakan gerakan nasional yang digelar serentak di berbagai provinsi atas kolaborasi Kadin Indonesia, TNI Angkatan Darat, Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan TVRI.
Menurutnya, festival tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana memperkuat ekonomi daerah melalui pemberdayaan pelaku UMKM dan industri kreatif.
“Festival ini menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, aparat keamanan, komunitas, media, dan masyarakat untuk menggerakkan ekonomi daerah serta memperkuat persatuan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selama tujuh hari pelaksanaan, masyarakat dapat menikmati bazar UMKM tanpa biaya sewa bagi tenant, pertunjukan seni budaya, berbagai perlombaan, aktivitas komunitas, hingga nonton bareng Piala Dunia 2026 yang diharapkan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Sementara itu, sambutan Pangdam VI/Mulawarman yang dibacakan Dandim 0905/Balikpapan Kolonel Inf. Denny Salurerung menyebut Festival Rakyat sebagai momentum memperkuat sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat.
Menurutnya, keberadaan bazar UMKM selama sepekan menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi ekonomi daerah sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal Kalimantan Timur.
Pangdam juga mengajak masyarakat untuk mendukung produk-produk UMKM dengan membeli dan mempromosikannya agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Selain itu, seluruh pengunjung dan peserta diimbau menjaga keamanan, ketertiban, kebersihan, serta kenyamanan selama kegiatan berlangsung agar festival dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, sambutan Gubernur Kalimantan Timur yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Ir. Siti Farisyah Yana menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Festival Rakyat 2026.
Menurutnya, festival tersebut menjadi bukti nyata kolaborasi pemerintah, dunia usaha, aparat keamanan, komunitas, dan masyarakat dalam menghadirkan ruang publik yang produktif sekaligus menghibur.
Ia menilai penyelenggaraan festival di kawasan Monpera memiliki nilai historis sekaligus simbol semangat perjuangan yang kini diwujudkan melalui pembangunan ekonomi kerakyatan.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, lanjutnya, terus berkomitmen memperkuat sektor UMKM sebagai salah satu pilar utama perekonomian daerah karena mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan menjaga perputaran ekonomi hingga ke tingkat keluarga.
Melalui Festival Rakyat 2026, pemerintah berharap produk-produk lokal Kalimantan Timur semakin dikenal luas, pelaku UMKM mampu naik kelas, serta kolaborasi lintas sektor semakin kuat dalam mendukung pembangunan daerah.
Festival Rakyat 2026 dijadwalkan berlangsung selama sepekan dengan menghadirkan bazar UMKM, hiburan rakyat, layanan masyarakat, kegiatan komunitas, serta nonton bareng Piala Dunia 2026 yang terbuka untuk masyarakat umum.
Selama kegiatan pembukaan berlangsung, aparat keamanan melakukan koordinasi, pemantauan, dokumentasi, serta pengamanan di lokasi. Acara berakhir sekitar pukul 18.40 WITA dalam situasi aman, tertib, dan kondusif.
Penyelenggaraan Festival Rakyat 2026 diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, TNI, Polri, dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan daya saing UMKM, serta memperkokoh semangat persatuan dan gotong royong di Kalimantan Timur.
( Alfian )



