Sungaipenuh – jurnalpolisi.id
Dalam upaya memperkuat koordinasi kelembagaan dan memastikan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat, Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sungai Penuh melaksanakan kunjungan silaturahmi sekaligus evaluasi kerja di RSUD Mayjen H.A. Thalib,Selasa (09/06/2026)
Kunjungan strategis ini disambut langsung oleh Direktur RSUD Mayjen H.A. Thalib, dr. Rofi Irman, Sp.PD, beserta jajaran manajemen rumah sakit dan didampingi Kadis Kesehatan kota sungai penuh Gunardi, Pertemuan ini menjadi momen penting bagi kedua belah pihak untuk menyamakan persepsi terkait tantangan dan solusi dalam sektor kesehatan daerah.
Ketua Komisi I DPRD Kota Sungai Penuh, Dahkir Yahya, S.Pd., MM, membuka pertemuan dengan menyampaikan apresiasi atas keramahan dan keterbukaan pihak RSUD. Ia juga secara khusus mengucapkan selamat bertugas kepada dr. Rofi Irman sebagai Direktur baru.
“Kami berharap di bawah kepemimpinan Bapak Direktur yang baru, RSUD Mayjen H.A. Thalib dapat membawa semangat segar dan inovasi nyata. Tujuannya satu, yaitu meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang lebih prima bagi masyarakat Kota Sungai Penuh,” ujar Dahkir Yahya.
Dahkir menekankan bahwa DPRD, sebagai mitra kerja eksekutif, membutuhkan aliran informasi yang akurat dan menyeluruh. Hal ini diperlukan agar legislatif dapat memahami kondisi riil, kebutuhan mendesak, serta persoalan lapangan yang dihadapi oleh rumah sakit. Dengan data yang tepat, DPRD dapat merumuskan regulasi atau anggaran yang solutif.
Menanggapi hal tersebut, Direktur RSUD Mayjen H.A. Thalib, dr. Rofi Irman, Sp.PD, menegaskan komitmennya untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan. Ia menjamin akan membangun komunikasi yang intensif dan transparan dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk DPRD Kota Sungai Penuh.
“Kami terbuka terhadap masukan dan evaluasi konstruktif. Kolaborasi yang baik antara manajemen RSUD dan DPRD adalah kunci untuk menjawab harapan masyarakat akan layanan kesehatan yang cepat, murah, dan berkualitas,” ungkap dr. Rofi.
Dalam kesempatan itu, pihak RSUD juga memaparkan salah satu inovasi unggulan yang baru saja diluncurkan, yakni Sistem Rujukan Terintegrasi (SISRUTE). Program ini dirancang sebagai solusi digital untuk memangkas birokrasi dan hambatan dalam proses rujukan pasien.
Dr. Rofi menjelaskan bahwa SISRUTE bukan sekadar aplikasi tambahan, melainkan sebuah transformasi layanan kesehatan. Selama ini, kendala utama dalam rujukan sering kali terletak pada ketidakpastian ketersediaan tempat tidur atau dokter spesialis di rumah sakit tujuan, serta lambatnya komunikasi antar-fasilitas kesehatan.
“Dengan SISRUTE, koordinasi mulai dari Puskesmas, klinik pratama, hingga rumah sakit rujukan utama dapat dilakukan secara real-time. Data pasien dan kapasitas ketersediaan layanan di RSUD terbuka secara transparan sejak pasien masih berada di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP),” jelasnya.
Inovasi ini diharapkan dapat mempercepat penanganan pasien gawat darurat, mengurangi antrean yang tidak perlu, dan memberikan kepastian hukum serta medis bagi pasien yang dirujuk.
Kunjungan Komisi I DPRD ini ditutup dengan kesepakatan untuk terus menjaga sinergitas demi terciptanya sistem kesehatan Kota Sungai Penuh yang lebih responsif dan modern.(Mul)