Langgur, jurnalpolisi.id
Cegah kontaminasi silang di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), Badan Gizi Nasional (BGN) sejumlah yayasan didatangi Dinas Kesehatan Maluku Tenggara (Malra), Rabu (10/05/2026).
Sidak berlangsung tepatnya pukul 03:00 pagi, melibatkan Kepala Dinas Kesehatan Maluku Tenggara, Muchsin Rahayaan bersama staf.
“Jadi sidak ini dalam rangka pengawasan dan pengendalian operasi dapur MBG,”sebut Muchsin Rahayaan
Kepada media ini, tepatnya di Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ohoijang – Watdek, Yayasan Gerakan Maluku Bergizi, Rahayaan mengungkapkan bahwa Sidak juga berdasarkan pada permintaan langsung dari Kementrian Kesehatan kepada seluruh Dinas Kesehatan di wilayah kerjanya masing – masing.
Bahwa dari mulai proses penyimpanan, Distribusi dan Pengepakan, Proses masak, hingga kebersihan di dapur MBG dipastikan berjalan sesuai Standar terutama pada Indeks Kesehatan Lingkungan (IKL), SOP dan juga memastikan seluruh proses bahwa makanan itu juga tidak terkontaminasi silang terutama pada faktor pembawa penyakit, terutama pada aspek – aspek lainya.
“Yang pasti kehadiran kita disini juga untuk memastikan semuanya dalam keadaan aman dan bersih,”ucapnya
Sentara itu, menurutnya pemerintah daerah bersama tim terkait melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna memastikan seluruh proses pengolahan makanan berjalan sesuai standar kebersihan dan keamanan pangan.
Dalam sidak tersebut, petugas memeriksa sejumlah aspek penting mulai dari kebersihan bahan makanan, proses penyimpanan, pengolahan hingga distribusi makanan kepada para penerima manfaat.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak terjadi kontaminasi silang yang dapat mempengaruhi kualitas dan keamanan makanan.
Petugas juga meninjau penggunaan peralatan dapur, pemisahan bahan mentah dan makanan siap saji, serta kebersihan para petugas pengolah makanan. Langkah ini dinilai penting agar makanan yang disajikan tetap higienis dan aman dikonsumsi.
Pihak pengelola dapur MBG diingatkan untuk terus menjaga standar operasional prosedur (SOP) dalam pengolahan makanan, termasuk penggunaan alat pelindung diri seperti sarung tangan, masker, dan penutup kepala selama proses memasak.
Melalui sidak tersebut, pemerintah berharap pelaksanaan program MBG tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjamin keamanan pangan sehingga manfaat program dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.
Publish by (Melky_JPN)