
Sarolangun – jurnalpolisi.id
Dalam rangka mencegah maraknya praktik judi online (judol), perundungan (bullying), dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah, Kapolsek Pauh, Iptu Hans Simangungsong, S.H., memberikan sosialisasi kepada peserta didik baru SMAN 3 Sarolangun dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Kamis,(16/7/2026) Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala SMAN 3 Sarolangun, Dafnedi, S.Sn., M.Sn., yang diwakili Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, M. Ahyan, S.Ag., Gr., serta Bhabinkamtibmas Polsek Pauh Bripka Ali Anhar.
Dalam arahannya,Iptu Hans Simangungsong,S.H menyampaikan materi kepada 172 peserta didik baru mengenai bahaya judi online, perundungan, dan penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak masa depan diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan sekitar.
Ia juga menjelaskan berbagai jenis narkotika, seperti sabu, kokain, ekstasi (inex), putau, heroin, dan jenis lainnya, beserta dampak buruknya terhadap kesehatan, kondisi psikologis, kehidupan sosial, hingga masa depan generasi muda.
Kapolsek mengimbau para pelajar agar menjauhi segala bentuk penyalahgunaan narkoba, tidak terlibat dalam praktik judi online, serta bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari tindakan perundungan.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 3 Sarolangun, M. Ahyan, S.Ag., Gr., mengatakan bahwa kegiatan MPLS merupakan momentum penting untuk memberikan pembinaan karakter kepada peserta didik baru.
“Melalui sosialisasi yang disampaikan oleh Polsek Pauh, diharapkan para siswa memiliki pemahaman tentang bahaya judi online, bullying, dan narkoba sehingga mampu menjaga diri serta mematuhi aturan yang berlaku di lingkungan sekolah maupun di masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan interaktif. Para peserta didik tampak antusias mengikuti penyampaian materi yang dibawakan oleh Kapolsek Pauh. Dalam penyampaiannya, Iptu Hans Simangungsong menyisipkan humor yang edukatif, mengajak para siswa bernyanyi dan bergoyang bersama melalui lagu-lagu yang mengandung nilai-nilai pendidikan, serta memutar film edukasi mengenai dampak buruk judi online dan penyalahgunaan narkoba.
Melalui tayangan tersebut, diharapkan para siswa semakin memahami konsekuensi negatif dari perilaku tersebut sehingga memiliki kesadaran untuk menjauhinya.
Di akhir kegiatan, para peserta diberikan kesempatan untuk berdialog dan mengajukan berbagai pertanyaan seputar pencegahan kenakalan remaja. Sesi tanya jawab berlangsung aktif dan menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman para siswa terhadap materi yang telah disampaikan,Ujarnya”(Dedi)




