
SAMPANG – jurnalpolisi.id
Kondisi jalan yang menjadi akses utama warga Dusun Pelanggaran, Desa Bringin, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, hingga kini masih memprihatinkan. Jalan yang telah bertahun-tahun mengalami kerusakan tersebut terpaksa diperbaiki warga secara swadaya agar tetap dapat digunakan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Dengan semangat gotong royong, sejumlah warga secara sukarela memperbaiki bagian jalan yang berlubang dan rusak menggunakan peralatan sederhana serta material yang dikumpulkan secara swadaya. Upaya tersebut dilakukan karena masyarakat membutuhkan akses yang layak untuk menjalankan berbagai aktivitas.
Jalan tersebut menjadi salah satu akses penting bagi warga, baik untuk menuju lahan pertanian, sekolah, maupun pusat pelayanan publik. Kondisi jalan yang rusak dinilai cukup mengganggu mobilitas masyarakat, terlebih ketika musim hujan karena permukaan jalan menjadi lebih sulit dilalui.
Salah seorang warga mengatakan, perbaikan secara swadaya dilakukan sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dan kebutuhan bersama. Warga berharap pemerintah tidak membiarkan kondisi tersebut berlarut-larut.
“Kami memperbaiki sebisa kami karena jalan ini setiap hari digunakan warga. Kalau menunggu, kami juga tidak tahu sampai kapan. Harapan kami pemerintah bisa melihat langsung kondisi jalan ini dan segera melakukan perbaikan secara permanen,” ujar warga.
Meski mampu mengurangi sebagian kerusakan, perbaikan secara swadaya dinilai hanya menjadi solusi sementara. Kerusakan yang terjadi dalam kurun waktu cukup lama membutuhkan penanganan yang lebih menyeluruh agar jalan dapat kembali berfungsi secara optimal dan aman bagi masyarakat.
Warga Dusun Pelanggaran berharap Pemerintah Kabupaten Sampang melalui instansi terkait segera melakukan pengecekan dan turun langsung melihat kondisi jalan tersebut. Masyarakat juga berharap akses jalan itu dapat dimasukkan dalam prioritas program pembangunan atau peningkatan infrastruktur daerah.
Perbaikan jalan dinilai penting bukan hanya untuk memperlancar mobilitas warga, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya warga yang menggantungkan kehidupan dari sektor pertanian.
Masyarakat menegaskan bahwa gotong royong yang mereka lakukan merupakan bentuk kepedulian sekaligus upaya mempertahankan akses vital di tengah keterbatasan. Namun, mereka berharap perhatian pemerintah segera hadir agar masyarakat tidak harus terus-menerus memperbaiki infrastruktur yang seharusnya menjadi bagian dari pelayanan publik.
Kini, warga menanti langkah konkret Pemerintah Kabupaten Sampang untuk meninjau kondisi jalan tersebut dan menghadirkan solusi perbaikan yang permanen demi keselamatan, kelancaran aktivitas, dan peningkatan perekonomian masyarakat Dusun Pelanggaran.
(MAHRUS – KABIRO SAMPANG)




