DUMAI – jurnalpolisi.id
Kota Dumai bersiap menghadapi transformasi industri yang masif. Guna memastikan ketersediaan dan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal, Pemerintah Kota Dumai secara resmi menggelar Ekspose dan Penyerahan Dokumen Kajian Rencana Tenaga Kerja Daerah (RTKD) Kota Dumai Tahun 2025-2029 pada Rabu, 20 April 2026.
Sesi pemaparan utama dalam acara strategis ini dipimpin oleh Hildawati, S.Sos., M.Si., (Cand) Ph.D., mewakili tim peneliti dari Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Lancang Kuning Dumai. Di hadapan pimpinan daerah dan lintas instansi, akademisi yang juga merupakan kandidat doktor di Universiti Utara Malaysia (UUM) tersebut membedah secara komprehensif peta kebutuhan industri Dumai untuk lima tahun ke depan.
Dalam persentasinya, Hildawati memaparkan bahwa posisi Dumai sebagai episentrum industri pengolahan sawit (Crude Palm Oil), manufaktur, dan pelabuhan internasional menuntut adanya pergeseran kualifikasi tenaga kerja. Pendekatan konvensional dinilai tak lagi cukup untuk menjawab tantangan era otomatisasi.
“Kajian RTKD ini menemukan bahwa gap antara kualifikasi lulusan daerah dan kebutuhan industri harus segera dijembatani melalui strategi link and match yang presisi. Menghadapi era industri yang semakin terdigitalisasi, SDM Dumai tidak boleh tertinggal. Kita merekomendasikan perlunya percepatan literasi digital dan adopsi teknologi secara inklusif bagi seluruh lapisan angkatan kerja lokal, agar mereka mampu bersaing dan menjadi aktor utama di kotanya sendiri,” urai Hildawati dengan lugas.
Selain memetakan tren pekerjaan baru, dokumen RTKD tersebut juga menyoroti pentingnya akses pelatihan ketenagakerjaan yang inklusif, sehingga kelompok-kelompok rentan dan masyarakat lokal memiliki peluang yang setara untuk diserap oleh pasar kerja formal maupun sektor wirausaha digital.
Pemaparan berbasis data dan riset akademik ini mendapat sambutan positif. Usai ekspose, dokumen kajian RTKD secara resmi diserahkan oleh Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Dumai, Erda Sriyani, S.AP., M.IP., kepada Pemerintah Kota Dumai.
Acara penyerahan ini menjadi bukti sinergi yang solid, dihadiri langsung oleh pucuk pimpinan daerah, di antaranya Wali Kota Dumai, H. Paisal, SKM., MARS, Wakil Wali Kota Dumai, Sugiarto, serta Sekretaris Daerah Kota Dumai, Fahmi Rizal, S.STP., M.Si.
Melalui kajian komprehensif yang disusun oleh tim STIA Lancang Kuning ini, Pemerintah Kota Dumai, khususnya Dinas Tenaga Kerja, kini memiliki instrumen dan peta jalan yang terukur. Dokumen RTKD 2025-2029 ini diharapkan segera bertransformasi menjadi kebijakan konkret yang mengikat, demi menurunkan angka pengangguran terbuka dan menciptakan iklim ketenagakerjaan Dumai yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing global.