KOTA SUKABUMI — jurnalpolisi.id
Pelaksanaan kegiatan AKSES (Ajang Kreativitas Seni Siswa) 2026 di SMPN 11 tidak hanya menjadi panggung kreativitas bagi para siswa, tetapi juga melahirkan inovasi baru dalam penguatan karakter dan identitas sekolah melalui peluncuran mars dan himne sekolah yang diciptakan langsung oleh para guru.
Langkah tersebut menjadi salah satu warna baru dalam rangkaian kegiatan tahunan AKSES yang selama ini dikenal sebagai wadah pengembangan bakat seni, budaya, literasi, dan kreativitas siswa. Tahun ini, pihak sekolah memperluas ruang kreativitas tidak hanya bagi peserta didik, tetapi juga bagi para tenaga pendidik.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kependidikan, Andika Anugraha, menjelaskan bahwa penciptaan mars dan himne sekolah merupakan bentuk kolaborasi kreativitas antara guru dengan semangat pembentukan karakter siswa di lingkungan sekolah.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik semata, tetapi juga harus mampu membangun karakter, nasionalisme, dan budaya positif melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan siswa, salah satunya melalui seni dan musik.
“Sebagai tambahan dari rangkaian kegiatan AKSES ini, kami ingin menyalurkan minat dan bakat bukan hanya dari anak-anak, tetapi juga dari guru-gurunya. Jadi tidak hanya siswa yang berkarya, guru pun harus ikut memberikan contoh bagaimana mengekspresikan kreativitas melalui seni,” ujarnya.
Ia mengatakan, lahirnya mars dan himne sekolah menjadi simbol identitas SMPN 11 sekaligus media pembiasaan karakter positif bagi seluruh warga sekolah. Lagu tersebut dirancang bukan sekadar sebagai pelengkap kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari budaya sekolah yang akan terus ditanamkan kepada siswa.
“Melalui lirik yang dibuat bersama, kami menciptakan mars dan himne sekolah yang di dalamnya memuat pesan-pesan pendidikan karakter, semangat nasionalisme, disiplin, kebersamaan, hingga kecintaan terhadap budaya bangsa,” katanya.
Menurut Andika, langkah tersebut juga sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang saat ini mendorong penguatan karakter peserta didik melalui pendekatan seni, budaya, dan lagu-lagu pendidikan.
“Kami selaras dengan program Mendikdasmen yang saat ini sangat mendorong lagu-lagu untuk penguatan karakter. Karena itu kami membuat mars dan himne sekolah sebagai bentuk identitas sekolah yang sejalan dengan visi dan misi pendidikan karakter,” jelasnya.
Ia menerangkan bahwa isi mars dan himne SMPN 11 menggambarkan berbagai budaya positif yang selama ini dibangun di lingkungan sekolah. Nilai-nilai tersebut di antaranya pembiasaan menyambut siswa di pagi hari, budaya disiplin, olahraga bersama, penanaman sikap religius, hingga penghormatan terhadap jasa para pahlawan bangsa.
Menurutnya, seluruh nilai tersebut dirangkum dalam lirik lagu agar lebih mudah diterapkan dan diingat oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari.
“Semua aspek pembentukan karakter kami rangkum dalam mars dan himne tersebut sebagai bentuk pembiasaan positif bagi siswa. Jadi lagu itu bukan sekadar lagu sekolah, tetapi menjadi pengingat nilai-nilai yang harus terus dibangun dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Tidak hanya menjadi media penguatan karakter, kehadiran mars dan himne sekolah juga diharapkan mampu membangun rasa bangga dan rasa memiliki terhadap sekolah di kalangan siswa maupun guru.
Andika menilai, keterlibatan guru dalam proses kreatif tersebut memberikan contoh nyata kepada siswa bahwa seorang pendidik juga harus mampu berkarya, berinovasi, dan menjadi inspirasi di lingkungan sekolah.
“Guru bukan hanya mengajar di kelas, tetapi juga harus bisa menjadi teladan dalam kreativitas, budaya, dan semangat berkarya. Ketika guru ikut terlibat dalam kegiatan seni dan budaya, anak-anak akan merasa lebih dekat dan bangga terhadap sekolahnya,” ungkapnya.
Selain peluncuran mars dan himne sekolah, AKSES 2026 juga diisi berbagai perlombaan dan pertunjukan seni yang melibatkan siswa kelas 7 hingga kelas 9, mulai dari desain poster, mendongeng, tari tradisional, modern dance, pembacaan sajak, solo vokal, kabaret, hingga pertunjukan musik.
Kegiatan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari para siswa, guru, orang tua, hingga masyarakat sekitar sekolah. Meski persiapan dilakukan dalam waktu yang cukup singkat, seluruh rangkaian acara dapat berlangsung meriah dan penuh semangat.
AKSES 2026 juga mendapat dukungan dari berbagai sponsor, pelaku UMKM, dan mitra sekolah yang turut membantu menyukseskan kegiatan tahunan tersebut.
Melalui kolaborasi antara siswa, guru, orang tua, dan seluruh warga sekolah, SMPN 11 terus berupaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga pengembangan kreativitas, seni, budaya, serta pembentukan karakter generasi muda.
Andika berharap kegiatan seperti AKSES dapat terus berkembang menjadi budaya positif di lingkungan sekolah dan mampu melahirkan generasi muda yang kreatif, berkarakter, cinta budaya, serta memiliki rasa nasionalisme yang tinggi.
“Harapan kami kegiatan seperti ini terus berkembang dan menjadi budaya positif di sekolah. Karena pendidikan itu bukan hanya soal akademik, tetapi bagaimana membentuk manusia yang berkarakter, kreatif, dan memiliki kecintaan terhadap bangsa dan budayanya,” pungkasnya.
Neng Nur