BALIKPAPAN jurnalpolisi.id
Direktur Utama PT Sinar Jaya Megah Langgeng, Teddy Kurniawan Rusli, menegaskan komitmen perusahaannya dalam mendukung program transportasi darat bersubsidi yang digagas pemerintah pusat. Hal tersebut disampaikan usai mengikuti acara peluncuran zona pick up dan drop off di Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan, pada 9 Februari 2026.
Dalam keterangannya kepada awak media, Teddy menjelaskan bahwa kehadiran layanan transportasi tersebut merupakan bagian dari implementasi kebijakan pemerintah melalui program angkutan darat bersubsidi yang dikelola oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia serta Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD).
“Pada prinsipnya kami melayani dan mendukung program dari kebijakan pemerintah pusat terkait angkutan darat bersubsidi. Ada yang berasal langsung dari Kementerian Perhubungan dan ada juga yang dikelola melalui BPTD,” ujar Teddy.
Ia menjelaskan, dalam program tersebut Sinar Jaya mengoperasikan puluhan armada bus untuk mendukung konektivitas transportasi di kawasan Ibu Kota Nusantara. Untuk layanan Bacitra, perusahaan menyiapkan sekitar 21 unit bus, sementara layanan menuju kawasan IKN dilayani oleh sekitar tujuh unit armada.
Menurut Teddy, keterlibatan Sinar Jaya dalam layanan transportasi publik didukung pengalaman panjang perusahaan di sektor angkutan darat. Perusahaan yang berawal dari layanan Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP) ini telah beroperasi sejak tahun 1982 dan melayani berbagai rute di Pulau Jawa, Bali hingga Sumatera.
“Background kami dari angkutan darat AKAP sejak 1982. Pengalaman ini yang kami bawa untuk mendukung pelayanan transportasi di Kalimantan, khususnya di Balikpapan,” jelasnya.
Di Kalimantan, Sinar Jaya saat ini melayani angkutan Bacitra serta layanan antar moda yang menghubungkan bandara dengan berbagai kawasan strategis, termasuk menuju IKN.
Teddy menambahkan, peluncuran kembali layanan transportasi dari Bandara Sepinggan menuju kawasan IKN bertujuan memperkenalkan secara luas kepada masyarakat bahwa moda transportasi tersebut telah tersedia dan dapat dimanfaatkan oleh penumpang.
Rute dari Bandara Sepinggan menuju kawasan IKN ditempuh dalam waktu sekitar dua jam perjalanan melalui jalur Sepaku, mengingat pembangunan jalan tol menuju kawasan tersebut masih dalam proses.
Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas transportasi bersubsidi tersebut dengan baik karena dinilai sangat membantu mobilitas masyarakat.
“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan moda angkutan bersubsidi ini. Selain membantu mobilitas, kendaraan yang digunakan juga nyaman dan layak, karena kami mengutamakan pelayanan kepada penumpang,” katanya.
Teddy juga menyebutkan bahwa perusahaan yang dipimpinnya telah menerima berbagai penghargaan di bidang transportasi, termasuk sejumlah rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia atas kontribusi dan prestasi dalam layanan transportasi darat di Indonesia.
Ke depan, operasional layanan tersebut akan terus menyesuaikan dengan kebijakan serta program yang ditetapkan oleh BPTD dan pemerintah pusat guna mendukung konektivitas transportasi menuju kawasan IKN.
( Alfian )