Sarolangun – jurnalpolisi.id
Ahmad Jani memimpin langsung audiensi bersama warga Desa Pelawan Jaya dan PMII Cabang Sarolangun terkait penolakan terhadap keberadaan dan operasional pabrik kelapa sawit milik PT Samudera Mahkota Mas (SMM) di Desa Pelawan Jaya, Kecamatan Pelawan, Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi.
Senin,(04/05/2026) Audiensi yang berlangsung di ruang Rapat DPRD kabupaten Sarolangun dihadiri Ketua Komisi II DPRD Sarolangun Syahrial Gunawan, Ketua Komisi III DPRD Sarolangun M Fadlan Arafiqi, serta sejumlah anggota DPRD Sarolangun seperti H Akmal, Riki Angriawan, Febi Bestian, Nurdin, Budi Handoko, dan Sepriadi.
Dalam audiensi tersebut tampak hadir Sekretaris DPRD Sarolangun Kaprawi, Kadis Lingkungan Hidup Sarolangun Kurniawan,Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik Sarolangun Hudri,Kadis Perkim Tarmizi, Kabag OPS Polres Sarolangun Kompol Angga Luvyanto,S.H.,M.H,Kabid KNPK Bakesbangpol Khairun Amin, perwakilan Pos Pembinaan Terpadu(Posbinda) Provinsi Jambi,Ketua BPD Desa Pelawan Jaya, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.
Dalam Forum tersebut warga menyampaikan penolakan terhadap operasional pabrik sawit PT SMM karena diduga menimbulkan pencemaran lingkungan dan gangguan bagi masyarakat sekitar. Keluhan yang disampaikan meliputi bau menyengat, pencemaran air sungai, hingga kebisingan suara dari aktivitas pabrik.

Perwakilan PMII Cabang Sarolangun, M Subra, menyebut keberadaan pabrik juga patut dipertanyakan dari sisi tata ruang dan aturan hukum menurutnya, kawasan industri semestinya tidak berada berdampingan langsung dengan permukiman warga karena dapat menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan masyarakat setempat.
“Hal ini bukan tanpa alasan sebap fakta yang kami alami saat ini bau menyengat setiap hari, kebisingan setiap malam dan dampak kesehatan bagi anak-anak kami.
Karena hal tersebut kami minta DPRD Sarolangun untuk mengambil tindakan tegas terhadap PT.SMM yang kami suarakan hari ini sebagai bentuk penolakan kami terhadap keberadaan PT tersebut,kami percaya DPRD Sarolangun bisa mencari solusi terbaik dalam menangani masalah ini,ujar M. Subra.“
(Rahma.D)