
Langgur, : Jurnalpolisi.id
Komandan Kodim 1503 Tual, Letkol Andi Agussalim menyampaikan kalo perekrutan calon Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD) bebas dari semua praktik pencaloan.
Sehingga nantinya seluruh anggota yang direkrut dalam penerimaan ini bisa menjadi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat yang benar-benar handal dan teruji.
“Rekrutan tidak akan ada Colo dan itu sudah dipastikan,”ungkap Dandim 1503 Tual usai kegiatan sosialisasi penerimaan calon peserta bintara dan tamtama lingkup Kabupaten Maluku Tenggara, yang berlangsung di Aula kantor Bupati pada, Kamis (05/11/2026).
Dandim menyebutkan perekrutan dalam rangka meningkatkan animo masyarakat terhdap penerimaan bintara dan tamtama, khusunya di wilayah Maluku Tenggara.
Selain itu Letkol Andi Agus Salim sangat mengapresiasi tindakan dari Bupati Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubun, yang mana rekrutman ini sangat besar dari tahun sebelumnya.
Dandim Andi Agussalim, kalau penerimaan di tahun 2026 ini akan didik pada tahun mendatang (2027) dan dengan jumlah yang sangat signifikan tersebut, durinya berharap pada generasi muda baik putra maupun putri agar berkompetisi dan dapat meraih masa depan dengan baik.
“Jadi mari sama – sama bagi masyarakat yang memenuhi syarat, agar segera mendaftarkan diri secara On_line,”sebut Dandim Andi Agussalim kepada media ini di pelataran kantor Bupati Malra.
Namun tak hanya disitu sebagai orang nomor satu di Kodim 1503 Tual, Letkol Agussalim kembali menegaskan apa yang menjadi amanat Pangdam XVI Pattimura bahwa perekrutan sama sekali tidak di pungut biaya apapun.
Sedangkan disisi lain, dirinya tak menampik adanya informasi yang beredar tentang sejumlah anggota yang kerap kali meminta uang terhadap para bakal calon bintara maupun tamtama.
Tak tanggung mereka terkadang dengan mengiming imingkan bahwa akan di loloskan, kecuali menyetor sejumlah uang dengan jumlah yang cukup fantastis.
Bahwasanya sebagai perwira angkatan darat, Letkol Andi Agussalim kalau masih saja terdapat anggota – anggota, atau oknum tertentu yang memanfaatkan kesempatan tersebut.
“Kadang – kadang dia hanya menyampaikan sini nanti katong urus,” kesalnya
Padahal sesungguhnya tambah Dandim mereka tidak berbuat apa – apa sama sekali. Bahwasanya yang meluluskan hanya pribadi anak itu sendiri, itupun harus melalui seleksi secara bertahap.
“Nah, kalau anak tersebut memenuhi syarat seperti kesehatan, jasmani, phisikologi dan akademik pasti akan diluluskan karena tidak mungkin TNI-AD merekrut calon – calon yang tidak memenuhi syarat,”tambahnya.
Jadi sebut Dandim mereka para anggota TNI yang terlibat dengan praktek sperti itu telah dilakukan wreping dan dihukum, bahkan ada pula yang langsung di pecat dengan tidak hormat, menurutnya tindakan seperti ini bisa menjadi benalu dalam tubuh TNI Angkatan Darat tersebut.
Sebaemana dirinya menjelaskan bahwa jika ada informasi yang berkaitan dengan hal yang disebutkan, maka harus segera melaporkan ke Kodim setempat secara langsung, dan akan dilakukan penindakan secara tegas.
Sebagai komandan Kodim 1503 Letkol Andi Agussalim mengajak seluruh masyarakat untuk bisa ada dalam perekrutan prajurit TNI tersebut, dan meminta agar media turut berperan memberikan informasi secara detail.
Dimana saat ini masih terbanyak banyak sekali kekurangan dengan jumlah permintaan perekrutmen bintara maupun tamtama.
Publish by (Melky_JPN)




