Merangin jurnalpolisi.id.
Bupati Merangin, M. Syukur, secara resmi membuka tradisi adat Mantai Megang Adat, Mantai Kerbau Basamo Datuk Ba Empek Menti Nan Batigo yang dipusatkan di Desa Bukit Perentak, Kecamatan Pangkalan Jambu, Minggu (15/2).
Acara yang kental dengan nuansa kekeluargaan ini menjadi simbol kesiapan masyarakat dalam menyambut Bulan Suci Ramadan.
Sebanyak 75 ekor kerbau dari berbagai desa di Kecamatan Pangkalan Jambu dipotong secara serentak untuk dinikmati bersama dan menjadi bekal sahur pertama.
Dalam sambutannya, Bupati M. Syukur menegaskan bahwa tradisi Mantai Kerbau Besamo bukanlah pesta rakyat biasa, melainkan warisan leluhur yang mengandung nilai filosofis mendalam tentang persatuan.
“Adat Mantai ini adalah pusaka leluhur. Melalui adat inilah kita diajarkan hidup rukun dan sepakat, sebagaimana pepatah ‘Bulat air di pembuluh, bulat kata di mufakat’. Ini adalah lambang kekompakan masyarakat kita,” ujar Bupati M. Syukur di hadapan ratusan warga.
Bupati juga mengingatkan pentingnya filosofi Adat Bersendi Syarak, Syarak Bersendi Kitabullah dalam kehidupan bermasyarakat. Ia berharap tradisi ini tetap dijaga agar tidak “lapuk di hujan, tidak lekang di panas” sebagai pondasi membangun daerah dan menjaga marwah negeri.
Selain nilai budaya, Bupati memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Desa dan tokoh adat atas kelancaran acara.
Ia secara khusus berterima kasih atas penghormatan berupa pemberian satu ekor kerbau kepada pemerintah, meski ia mengungkapkan bahwa kesejahteraan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.
“Ini adalah bentuk rasa syukur kita kepada Allah atas rezeki yang luar biasa. Saya berharap semangat kebersamaan ini tidak hanya saat memotong kerbau saja, tapi terus dijaga selama kita menjalankan ibadah puasa Ramadan nanti,” tambahnya.
Turut hadir dalam acara, Wakil Bupati Merangin, A. Khafidh, Sekda Merangin Zulhifni, Unsur Forkopimda yang diwakili oleh apolsek dan Danramil setempat, Jajaran Kepala OPD diantaranya Kadis PMD, Kadis LH, Kadis Kesehatan, Kadis Pendidikan, Kadis PU, Kadis Nakbun, Dirut PDAM, Camat dan kades Pangkalan Jambu serta para tokoh adat, pemuka agama, tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya. (Siti Rahma)