
KUTAI BARAT, jurnalpolisi.id
Tim Respons Bencana Kompi 2 Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Kalimantan Timur bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan masyarakat bergerak cepat menangani kebakaran lahan di kawasan Saping, Busur, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, Selasa (25/8/2026) malam.
Kebakaran tersebut menghanguskan lahan milik warga dengan luas diperkirakan mencapai sekitar 4 hektare. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Informasi mengenai kebakaran diterima petugas sekitar pukul 19.03 WITA. Tim Respons Bencana Kompi 2 Batalyon B Pelopor kemudian segera dikerahkan menuju lokasi untuk melakukan penanganan dan mencegah api meluas.
Personel tiba di lokasi sekitar pukul 19.15 WITA. Tim yang dipimpin Danki Kompi 2, Ipda Abdullah Hadi Iswanto, bersama empat personel Brimob langsung berkoordinasi dengan petugas BPBD dan warga untuk melakukan pemadaman.
Kondisi cuaca panas dan lahan yang kering membuat api berpotensi cepat menjalar. Petugas bersama masyarakat kemudian melakukan pemadaman secara terpadu dengan memanfaatkan peralatan yang tersedia di lokasi.
Berkat kerja sama dan respons cepat seluruh unsur, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipastikan padam sekitar pukul 23.00 WITA.
Ipda Abdullah Hadi Iswanto mengatakan, koordinasi antara Brimob, BPBD dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan kebakaran.
«“Sinergi yang solid antara Brimob, BPBD, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pemadaman api malam ini,” ujarnya.»
Meski api telah berhasil dipadamkan, petugas tetap melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak terdapat bara maupun titik panas yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Petugas melakukan pendalaman untuk mengetahui sumber awal munculnya titik api.
Brimob Imbau Warga Tidak Bakar Lahan
Dansat Brimob Polda Kaltim Kombes Pol. Ronny Suseno, S.I.K., M.H., mengapresiasi kerja sama seluruh pihak dalam penanganan kebakaran tersebut.
Menurutnya, respons cepat personel di lapangan yang didukung BPBD dan masyarakat merupakan bentuk kepedulian bersama dalam mencegah kebakaran meluas dan melindungi lingkungan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terlebih dalam kondisi cuaca panas dan kering seperti saat ini. Mari bersama-sama menjaga lingkungan agar terhindar dari bahaya kebakaran hutan dan lahan,” ujar Ronny.
Peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan semua pihak. Masyarakat diharapkan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap agar dapat ditangani sedini mungkin.
Sinergi antara aparat, BPBD dan masyarakat diharapkan terus diperkuat sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi karhutla di berbagai wilayah Kalimantan Timur, terutama selama periode cuaca panas dan kering.
( Alfian)




