
Cilacap – jurnalpolisi.id
BANTARSARI – Upaya peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani terus digencarkan pemerintah. Melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI), anggaran APBN sebesar Rp100 juta dialokasikan kepada Unit Pengelola Keuangan dan Kegiatan (UPKK) Kelompok Tani Sri Budaya, Desa Bantarsari, Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap.
Bantuan dana tersebut dikucurkan secara khusus untuk mendukung program pengembangan lahan pertanian seluas 12 hektare di wilayah setempat. Pengerjaan program ini dijadwalkan berlangsung selama kurun waktu kurang lebih tujuh bulan, terhitung mulai 4 Juni hingga 31 Desember 2026.
Keberhasilan serta kelancaran program ini tidak lepas dari dorongan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Bantarsari yang terus menjadi sumber inspirasi dan pendamping bagi para petani lokal dalam mengoptimalkan potensi sektor pertanian.
Kepala Desa Bantarsari, Ngato Urohman, menyambut hangat dan mengapresiasi tinggi atas perhatian yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada para petani di desanya.
”Kami sangat berterima kasih kepada Kementerian Pertanian serta seluruh pihak yang telah mendukung kelompok tani di desa kami. Program ini menjadi bukti nyata perhatian pemerintah untuk meningkatkan kemampuan dan kesejahteraan petani lokal,” ungkap Ngato Urohman.
Senada dengan hal tersebut, Ketua UPKK Kelompok Tani Sri Budaya, Daiman, menegaskan komitmennya dalam mengawal pengelolaan anggaran bantuan tersebut. Ia memastikan seluruh dana akan digunakan secara bertanggung jawab demi mengoptimalkan hasil panen para anggota kelompok tani.
”Bantuan ini akan dikelola secara transparan, tepat sasaran, dan berkualitas agar hasil panen petani dapat meningkat secara signifikan,” tegas Daiman.
Melalui sinergi antarlembaga dan pendampingan dari BPP Kecamatan Bantarsari, program pengembangan lahan ini diharapkan mampu mendorong produktivitas hasil pertanian secara berkelanjutan. Keberhasilan program ini diyakini tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga memperkuat pertumbuhan ekonomi warga serta kesejahteraan para petani di Kabupaten Cilacap.
(Syai)




