
SAMPANG, jurnalpolisi.id
PMJ (Putra Madura Jaya) Sound System menggelar uji coba (check sound) sistem audio berkonsep sound horeg di Lapangan Ciputat, Desa Masaran, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Selasa (14/7/2026). Kegiatan tersebut menarik perhatian ratusan warga yang memadati lokasi.
PMJ Sound System didatangkan langsung dari Timika, Papua, oleh salah satu pemiliknya, Mat Ali, yang dikenal sebagai tokoh asal Madura. Kehadiran perangkat audio berukuran besar dengan tata lampu yang megah menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.
Selama uji coba berlangsung, dentuman musik berdaya tinggi berpadu dengan tata cahaya yang atraktif sehingga menciptakan suasana meriah. Banyak warga tampak antusias menyaksikan langsung penampilan sistem audio tersebut.

Sound horeg merupakan fenomena penggunaan sistem audio berkapasitas besar yang menghasilkan suara sangat keras disertai getaran. Istilah horeg berasal dari bahasa Jawa yang berarti bergerak atau bergetar. Fenomena ini kerap dijumpai dalam berbagai kegiatan masyarakat seperti hajatan, pawai, hingga pesta rakyat.
Meski digemari sebagian kalangan sebagai hiburan dan wadah kreativitas, keberadaan sound horeg masih memunculkan pro dan kontra di tengah masyarakat. Di media sosial, sebagian warganet menilai kegiatan tersebut mampu menggerakkan ekonomi pelaku usaha dan menjadi hiburan bagi masyarakat. Namun, tidak sedikit pula yang mengkritik karena dinilai berpotensi mengganggu ketertiban, kenyamanan lingkungan, hingga kesehatan akibat tingginya intensitas suara.
Dengan antusiasme masyarakat yang terlihat pada uji coba PMJ Sound System di Sampang, muncul pertanyaan apakah sound horeg akan kembali mewarnai berbagai pesta rakyat di wilayah Madura tahun ini. Pelaksanaannya diharapkan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku, termasuk menjaga ketertiban umum serta menghormati kenyamanan masyarakat sekitar.
(Bravo Yats)




