Malra jurnalpolisi.id
Haruskah Radikalisme dan Intoleransi di lawan, bahwa Pancasila yang merupakan dasar negara akan menghapus semua bentuk penindasan, Radikalisme dan Intoleransi.
Berdasarkan kutipan pembacaan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila
(BPIP), Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D. yang dibacakan Bupati Maluku Tenggara, Drs. Muhammad Thaher Hanubun pada upacara peringatan hari Pancasila yang berlangsung di pelataran Kodim 1503/Tual di Langgur, kalau semua bentuk penindasan harus dihapuskan.
Selain itu pancasila yang merupakan dasar negara yang memiliki 5 lima prinsip atau pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara, bahwa segala bentuk radikalisme dan intoleransi mejadi bagian dari upaya mengganggu stabilitas bernegara yang harus ditiadakan.
“Radikalisme dan Intoleransi harus dilawan,”tegas Bupati Thaher Hanubun saat menjadi Irup pelaksanaan upacara Hari lahirnya Pancasila.
Dengan Tema : Pancasila Pemersatu Bangsa Fondasi Perdamaian Dunia, sehingga Pancasila menjadi dasar negara yang sangat fundalis bagi setiap anak bangsa.
Peringatan yang ditandai dengan Pengibaran Bendera, dan Pembacaan Pancasila, pembacaan UUD 1945, juga pembacaan Pidato Kepala Badan Pembinaan Idiologi Pancasila Republik Indonesia itu, berlangsung hikmat dihadiri TNI-Polri, dan jajaran ASN Maluku Tenggara (Malra).
Bupati dalam amanatnya mengajak seluruh elemen masyarakat agar meneguhkan kembali komitmen kebangsaan, serta menunjukan kepada dunia, bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar yang menjunjung tinggi kredibilitas dan semangat persatuan dan kekuatan, karena nilai-nilai kemanusiaan.
“Mari teguhkan semangat kebangsaan kita,”sahut Bupati
Sebagai Kepala Daerah Bupati Muhamad Thaher Hanubun menambahkan bahwa selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita Pancasila akan selalu hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa.
Publish by (Melky_JPN)