Balikpapan – jurnalpolisi.id
Dewan Pimpinan Daerah Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPD KSPSI) Kalimantan Timur menggelar konsolidasi dalam rangka persiapan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kota Balikpapan.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin (27/4/2026) di ruang rapat Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Balikpapan tersebut diikuti sekitar 21 peserta dari berbagai unsur serikat pekerja. Forum ini mengusung tema “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja”.
Ketua DPD KSPSI Kaltim, Agus, dalam sambutannya menegaskan bahwa May Day bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum penting untuk mengenang perjuangan buruh sekaligus memperjuangkan hak-hak pekerja.
“May Day memiliki sejarah panjang perjuangan buruh dunia. Di Kalimantan Timur, momentum ini harus kita maknai sebagai ruang untuk menyatukan langkah dan memperjuangkan kesejahteraan pekerja secara nyata,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, peserta membahas sejumlah isu strategis ketenagakerjaan yang akan diangkat dalam peringatan May Day, di antaranya tuntutan revisi atau pencabutan Undang-Undang Cipta Kerja, penghapusan sistem outsourcing, perbaikan layanan BPJS, serta penanganan dampak pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat kondisi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal KSPSI Kaltim, Amril, menyampaikan bahwa kondisi global yang tidak menentu turut memengaruhi stabilitas ketenagakerjaan di daerah, sehingga diperlukan langkah konkret untuk melindungi pekerja.
“Ancaman PHK dan ketidakpastian ekonomi harus menjadi perhatian bersama. Kita ingin kebijakan yang berpihak pada pekerja dan mampu menjaga keberlangsungan sektor industri,” katanya.
Selain isu kebijakan, forum juga menyepakati konsep peringatan May Day 2026 yang akan dikemas secara lebih moderat, konstruktif, dan edukatif. Kegiatan tidak hanya berupa aksi damai, tetapi juga akan diisi dengan dialog bersama pemangku kepentingan serta kegiatan sosial seperti bakti sosial dan pembagian sembako.
Wakil Ketua KSPSI Kaltim, Yusuf, mendorong agar penyampaian aspirasi buruh dapat dilakukan melalui pendekatan dialogis yang lebih efektif.
“Dialog dengan pemerintah, DPRD, dan pihak terkait dinilai lebih tepat untuk memastikan aspirasi pekerja dapat tersampaikan dan ditindaklanjuti secara konkret,” ujarnya.
Sejumlah perwakilan serikat pekerja juga mengusulkan konsep kegiatan yang lebih inovatif, seperti forum diskusi publik bertajuk “Buruh Kaltim Bersuara” yang melibatkan berbagai pihak terkait, guna memperkuat komunikasi dan memperluas dampak penyampaian aspirasi.
Hasil konsolidasi juga menekankan pentingnya penguatan solidaritas antar serikat pekerja serta strategi komunikasi yang efektif, termasuk melalui media, agar pesan perjuangan buruh dapat diterima secara luas oleh masyarakat.
Kegiatan konsolidasi yang berakhir pukul 16.30 WITA tersebut berlangsung aman dan tertib. Secara umum, forum menghasilkan kesepahaman bahwa peringatan May Day 2026 harus menjadi wadah penyampaian aspirasi yang terarah, damai, dan berdampak positif.
Dengan konsep yang lebih inklusif dan kolaboratif, KSPSI Kaltim berharap peringatan May Day tahun ini tidak hanya menjadi simbol perjuangan, tetapi juga mampu mendorong lahirnya kebijakan yang lebih berpihak kepada kesejahteraan pekerja di Kalimantan Timur.
( Alfian )