Bandung – jurnalpolisi.id
Kegiatan Silaturahmi dan Pengajian Ba’da Idulfitri 1447 Hijriah yang diselenggarakan oleh Muhammadiyah Jawa Barat berlangsung khidmat di Gedung Shofa RS Muhammadiyah, Bandung, pada Jumat, 10 April 2026 pukul 13.00 WIB.
Acara ini dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Prof. Ahmad Dahlan selaku Ketua PW Muhammadiyah Jawa Barat, Prof. Abdul Mu’ti selaku Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Kepala Biro Kesra Provinsi Jawa Barat, dr. Rochimiah, MARS sebagai Plt Direktur Utama RS Muhammadiyah Bandung, Jajaran Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat, serta tokoh masyarakat lainnya.
Ratusan peserta dari berbagai kalangan hadir dalam kegiatan ini untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperdalam pemahaman keagamaan pasca-Idulfitri.
Dalam tausiyahnya, Prof. Abdul Mu’ti menegaskan bahwa tradisi halal bihalal memiliki makna yang sangat mendalam, bukan sekadar ajang saling bermaafan, tetapi juga sebagai instrumen sosial untuk meredakan konflik.
Menurutnya, halal bihalal mampu menjadi sarana efektif dalam memperkuat kohesi sosial di tengah masyarakat Indonesia yang beragam.
Ia juga mengulas sejarah panjang halal bihalal yang telah menjadi bagian dari identitas bangsa, khususnya dalam tradisi Muhammadiyah sejak awal abad ke-20.
Merujuk arsip Suara Muhammadiyah, Prof. Abdul Mu’ti menyebutkan bahwa praktik halal bihalal sudah ada sejak tahun 1924, bahkan telah difasilitasi secara luas pada 1926 melalui media organisasi tersebut.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pada tahun 1948, Soekarno mempopulerkan halal bihalal di tingkat kenegaraan sebagai sarana meredakan ketegangan politik pasca kemerdekaan.
Meski demikian, ia menekankan bahwa tradisi ini sejatinya berasal dari kearifan lokal masyarakat yang kemudian diadopsi dalam konteks nasional.
Prof. Abdul Mu’ti juga menegaskan bahwa Muhammadiyah bukan organisasi yang menolak tradisi, melainkan mampu mengadaptasi nilai-nilai Islam secara kontekstual dengan budaya lokal.
Di sisi lain, dr. Rochimiah, MARS menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan layanan RS Muhammadiyah Bandung kepada masyarakat luas.
Ia berharap kegiatan ini tidak hanya mempererat hubungan antarwarga Muhammadiyah, tetapi juga memberikan manfaat edukatif bagi masyarakat.
Selain itu, dr. Rochimiah, MARS juga menyoroti pentingnya sinergi antar Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dalam mendukung pelayanan di bidang kesehatan, pendidikan, dan sosial.
Ketua pelaksana kegiatan, Dadang Sopana, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara dan berharap nilai-nilai yang disampaikan dalam pengajian ini dapat menjadi bekal dalam mewujudkan masyarakat yang harmonis dan berintegritas menuju Indonesia Emas 2045.
(Tanjung Hamirzen)