Balikpapan jurnalpolisi.id
Satu SSR (Satuan Setingkat Regu) Tim Respon Bencana Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Kaltim bergerak sigap melaksanakan penanganan musibah kebakaran yang melanda kawasan pemukiman di Jalan Hasanuddin RT. 12, Kelurahan Kariangau, Kecamatan Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, pada Senin (30/03/2026). Tim yang dipimpin oleh Brigpol Arif Suhendra, S.H., tiba di lokasi sesaat setelah api mulai berkobar pada pukul 13.00 WITA. Personel baret biru tersebut langsung bahu-membahu bersama unsur pemadam kebakaran dan masyarakat sekitar untuk melakukan evakuasi serta melokalisasi kobaran api guna mencegah perambatan yang lebih luas ke area industri dan pemukiman di sekitarnya.
Amukan si jago merah dalam peristiwa tersebut mengakibatkan kerugian materiil berupa hangusnya tiga unit tempat usaha warung milik warga setempat. Beruntung, berkat koordinasi yang cepat di lapangan, pihak kepolisian memastikan bahwa tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka-luka dalam musibah ini. Hingga saat ini, area lokasi kejadian telah dipasangi garis polisi untuk kepentingan olah tempat kejadian perkara, mengingat penyebab pasti munculnya api masih berada dalam tahap penyelidikan mendalam oleh pihak berwenang guna memastikan asal mula titik api.
Kepala Bagian Operasi (Kabagops) Satbrimob Polda Kaltim, AKP Nugroho Widihyanto, menyatakan bahwa pengerahan satu SSR tim respon bencana ini merupakan langkah standar operasional prosedur dalam menanggapi situasi darurat di wilayah hukum Balikpapan. “Kami selalu menyiagakan personel yang memiliki kualifikasi SAR dan pemadaman untuk memberikan bantuan tercepat bagi masyarakat yang tertimpa musibah. Fokus utama kami saat tiba di Kariangau adalah memastikan keselamatan warga dan membantu pengamanan aset agar tidak terjadi penjarahan di tengah situasi kepanikan,” ujar AKP Nugroho Widihyanto saat memantau perkembangan di lapangan.
Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Kaltim, Kombes Pol. Andy Rifai, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kehadiran tim di lokasi bencana merupakan manifestasi nyata dari filosofi “Bakti Brimob untuk Masyarakat”. Sebagai sosok influencer dalam menjaga kedaulatan keamanan dan kemanusiaan di Kalimantan Timur, beliau berpesan agar masyarakat selalu waspada terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama di lingkungan padat aktivitas usaha. “Negara harus hadir di saat rakyat mengalami kesulitan. Kecepatan respon kami adalah kunci untuk meminimalisir dampak bencana. Teruslah mengabdi dengan ketulusan hati karena kenyamanan dan keselamatan rakyat adalah kehormatan bagi kami. Jiwa Ragaku Demi Kemanusiaan,” pungkasnya.
( Alfian )