Maybrat – Jurnalpolisi.id
Kabupaten Maybrat kini genap berusia 17 Tahun Sejak 03 mei 2009 – 03 mei 2026, Dalam usia yang beranjak dewasa bagi sebuah daerah otonom, momentum ini seharusnya menjadi panggung perayaan prestasi dan kemajuan dari berbagai aspek
Namun, di balik semarak perayaan, terselip sebuah catatan krusial yang menuntut perhatian serius dari seluruh elemen pemangku kepentingan: tantangan Maybrat Peringkat Satu kemiskinan Ekstrem yang masih membelenggu Potret Realita dalam Angka
Data tidak bisa berbohong,
Menurut Alfius Kambu Aktivis Intelektual Muda Maybrat Papua Barat Daya saat di konfirmasi TIM Media ini Sejak Senin 04/05/2026 di tempat mengatakan Bahwa Berdasarkan data Juni 2024, Maybrat menempati urutan pertama angka kemiskinan ekstrem di Provinsi Papua Barat Daya.
Angka ini semakin dipertegas dengan laporan per Maret 2026 yang menunjukkan bahwa persentase penduduk miskin di “Negeri Seribu Satu Bukit” ini masih menyentuh angka 29 persen—sebuah angka yang cukup kontras jika dibandingkan dengan Kota Sorong (12,15%) maupun Kabupaten Sorong (10,29%).
Kondisi ini menempatkan Maybrat dalam sorotan nasional. Kemenko PMK pun telah mendorong percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem guna mengejar target ambisius: 0 persen di seluruh wilayah Papua Barat Daya.
Menurut Alfius Kambu mencari Akar, Menanam Solusi Tingginya angka kemiskinan di usia ke-17 ini bukanlah sekadar angka statistik, melainkan wajah dari saudara-saudara kita yang belum merasakan dampak nyata dari pembangunan. Sebagai bagian dari aktivis intelektual, kita harus berani bertanya: Mengapa pertumbuhan ekonomi belum menyentuh akar rumput secara merata?
Penghapusan kemiskinan ekstrem tidak cukup hanya dengan penyaluran bantuan sosial yang bersifat konsumtif.
Dibutuhkan langkah strategis yang lebih fundamental
Penguatan Ekonomi Lokal Mendorong UMKM dan pedagang pasar tradisional agar memiliki daya saing dan akses pasar yang lebih luas.
ia menambakan Aksesibilitas Pendidikan dan Kesehatan Memastikan sumber daya manusia di pelosok Maybrat memiliki modal intelektual dan fisik untuk keluar dari jerat kemiskinan.
Sinergi Kebijakan Penyelarasan program antara pemerintah daerah dan pusat agar target 0 persen bukan sekadar slogan di atas kertas.
Harapan untuk Masa Depan Hari ulang tahun ini harus menjadi titik balik.
Kita tidak boleh membiarkan Maybrat terjebak dalam romantisme sejarah tanpa ada perbaikan nyata pada kesejahteraan rakyatnya.
Tantangan dari Kemenko PMK harus dijawab dengan inovasi kebijakan dan keberanian dalam mengeksekusi program yang pro-rakyat.
Sudah saatnya, di usia ke-17 ini Maybrat bangkit. Mari kita jadikan momentum ini untuk merapatkan barisan, mengesampingkan ego, dan fokus pada satu tujuan: membawa keluar masyarakat dari garis kemiskinan menuju Maybrat yang maju dan sejahtera.
( Rilis – TIM JPN )