
MUARA KEMBANG jurnalpolisi.id
Warga di wilayah pesisir Desa Muara Kembang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, mendesak perhatian pemerintah terkait minimnya akses layanan kesehatan serta ancaman bahaya satwa liar yang meresahkan pemukiman mereka.
Kondisi tersebut mengemuka saat jajaran Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kaltim menggelar program Polisi RW dan menyambangi warga setempat.
Dalam dialog langsung bersama aparat kepolisian, masyarakat menyampaikan keprihatinannya atas krisis tenaga medis di wilayah mereka. Saat ini, belum ada tenaga kesehatan seperti dokter, perawat, maupun bidan yang bersiaga penuh di kampung tersebut.
Akibat keterbatasan faskes dan tenaga medis, warga terpaksa menempuh perjalanan darat maupun perairan selama kurang lebih satu jam menuju Handil untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Situasi ini diperparah oleh kondisi akses infrastruktur jalan yang masih amat memprihatinkan, sehingga kerap membahayakan keselamatan pasien yang membutuhkan pertolongan cepat.
Selain persoalan kesehatan, warga pesisir Muara Kembang juga mengeluhkan potensi ancaman dari munculnya satwa liar dan buas yang kian sering mendekati kawasan pemukiman penduduk.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, perwakilan Ditpolairud Polda Kaltim menegaskan bahwa kehadiran Polisi RW di tengah masyarakat bertujuan untuk menyerap informasi secara langsung sekaligus memperkuat sinergi kamtibmas.
Semua aspirasi, keluhan, dan masukan dari warga—khususnya terkait keterbatasan pelayanan kesehatan dan ancaman bahaya satwa liar—akan menjadi bahan evaluasi prioritas kami. Pihak kepolisian akan segera berkoordinasi dengan instansi pemerintah daerah serta dinas terkait sesuai kewenangan agar solusi nyata bagi warga pesisir Muara Kembang dapat segera terealisasi,” ujar perwakilan Ditpolairud Polda Kaltim.
Langkah ini diharapkan dapat menjadi jembatan bagi percepatan pembangunan infrastruktur kesehatan dan peningkatan keamanan di daerah pesisir serta terisolasi di Kalimantan Timur.
( Alfian )




