Rupat jurnalpolisi.id
Kamis, 30 April 2026 Sejumlah masyarakat di Kecamatan Rupat dan Rupat Utara berharap adanya kebijakan khusus dari Pemerintah Kabupaten Bengkalis terkait kemudahan akses bahan bakar minyak (BBM), khususnya Pertalite dan Bio Solar.
Harapan ini disampaikan menyusul sulitnya masyarakat memperoleh BBM di SPBU Lecah, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah pelosok dan perbatasan kecamatan yang jauh dari fasilitas pengisian bahan bakar.
Warga menilai, aturan yang saat ini diterapkan justru menyulitkan mereka, khususnya terkait larangan pembelian BBM menggunakan jerigen di SPBU terdekat.
“Bagi kami yang tinggal jauh dari SPBU, penggunaan jerigen sangat penting. Kalau tidak diperbolehkan, kami kesulitan mendapatkan BBM, apalagi untuk kebutuhan melaut dan bekerja sehari-hari,” ungkap salah seorang nelayan.
Menurut warga, sebelumnya keberadaan SPBU sangat membantu aktivitas mereka. Namun sejak diberlakukannya aturan baru, akses terhadap bahan bakar menjadi terbatas dan berdampak langsung pada mata pencaharian masyarakat.
Keluhan ini paling dirasakan oleh masyarakat kecil yang bergantung pada BBM untuk mobilitas, baik sebagai nelayan, pelaut, maupun pekerja harian lainnya.
“Kami sangat kesulitan mendapatkan Pertalite dan Bio Solar. Aturan sekarang terasa tidak berpihak kepada masyarakat kecil seperti kami,” ujar warga lainnya.
Selain meminta kelonggaran dalam pembelian BBM menggunakan jerigen, masyarakat juga berharap adanya solusi jangka panjang, seperti pembangunan SPBU di setiap desa agar distribusi bahan bakar lebih merata.
“Kami berharap pemerintah kabupaten bisa memberikan kebijakan khusus bagi masyarakat yang jauh dari SPBU. Jika memungkinkan, pembangunan SPBU di setiap desa dapat menjadi solusi agar masyarakat tidak lagi kesulitan,” tambah mereka.
Warga menilai, tanpa adanya kebijakan yang mempertimbangkan kondisi geografis daerah, masyarakat di wilayah terpencil akan terus mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar.
Hingga saat ini, masyarakat Rupat dan Rupat Utara berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pusat agar akses BBM dapat terpenuhi secara adil dan merata, khususnya bagi warga di daerah terpencil.
Penulis: Asmadi