
BALIKPAPAN jurnalpolisi.id
Wali Kota Balikpapan, Dr. H. Rahmad Mas’ud, S.E., M.E., memastikan gangguan distribusi air bersih yang terjadi di sejumlah wilayah bukan disebabkan berkurangnya pasokan air baku, melainkan dampak proses penggantian pipa induk yang telah berusia sekitar 40 tahun.
Menurut Rahmad, pekerjaan yang tengah dilaksanakan Pemerintah Kota Balikpapan bersama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) merupakan bagian dari modernisasi infrastruktur untuk meningkatkan kualitas dan keandalan pelayanan air bersih kepada masyarakat dalam jangka panjang.
“Memang saat ini sedang dilakukan penggantian pipa induk. Jika distribusi air sedikit terganggu, itu bukan karena airnya tidak tersedia, melainkan karena adanya pekerjaan perbaikan jaringan agar pelayanan ke depan menjadi lebih baik,” ujar Rahmad Mas’ud, Rabu (22/7/2026).
Ia menjelaskan, penggantian jaringan tidak dapat ditunda mengingat usia pipa induk yang telah mencapai sekitar empat dekade. Selain rentan mengalami gangguan, kapasitas pipa lama juga dinilai tidak lagi mampu mengimbangi kebutuhan air bersih yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan perkembangan Kota Balikpapan.
Salah satu titik pekerjaan berada di kawasan Transad Kilometer 8. Di lokasi tersebut, pipa lama diganti dengan pipa berdiameter lebih besar guna meningkatkan kapasitas distribusi sekaligus menjaga tekanan air agar lebih stabil hingga menjangkau lebih banyak pelanggan.
“Pipa yang diganti ini usianya sudah sekitar 40 tahun. Kini diganti dengan ukuran yang lebih besar agar kapasitas distribusi meningkat dan pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih optimal,” katanya.
Rahmad mengakui proses penggantian jaringan utama berdampak pada terganggunya distribusi air di beberapa kawasan.
Namun, ia meminta masyarakat bersabar dan memahami bahwa pekerjaan tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk menghadirkan layanan air bersih yang lebih baik dan lebih andal.
“Kami memohon pengertian masyarakat.
Mudah-mudahan setelah pekerjaan selesai, distribusi air kembali normal bahkan lebih lancar dibanding sebelumnya. Semua ini kami lakukan demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut Rahmad, penyediaan air bersih merupakan salah satu layanan dasar yang menjadi prioritas Pemerintah Kota Balikpapan. Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya memperkuat infrastruktur distribusi agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus meningkat sekaligus meminimalkan potensi gangguan akibat jaringan yang telah menua.
Ia menegaskan, Pemkot Balikpapan akan terus mendukung pengembangan sistem penyediaan air bersih melalui peningkatan kapasitas jaringan distribusi dan pembenahan infrastruktur secara bertahap, sehingga pelayanan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan semakin optimal, merata, dan berkelanjutan.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Peningkatan kualitas layanan air bersih menjadi salah satu fokus utama pembangunan di Kota Balikpapan,” tutup Rahmad Mas’ud.
( Alfian )



