
Balikpapan – jurnalpolisi.id
Di tengah musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), jajaran TNI-Polri bersama unsur pemerintah dan instansi terkait menggelar Sholat Istisqa dan doa bersama di Lapangan Kodam VI/Mulawarman, Balikpapan, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolda Kalimantan Timur Brigjen Pol. Adrianto Jossy Kusumo, S.H., M.Han., didampingi sejumlah Pejabat Utama Polda Kaltim. Sholat Istisqa juga diikuti Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono, S.H., M.Si., jajaran TNI-Polri, Basarnas, serta Forkopimda Kota Balikpapan.
Sholat Istisqa merupakan salah satu bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon rahmat dan pertolongan Tuhan Yang Maha Esa agar segera diturunkan hujan yang membawa manfaat bagi masyarakat. Selain itu, doa bersama juga dipanjatkan agar seluruh wilayah Kalimantan Timur senantiasa diberikan keselamatan dan dijauhkan dari berbagai bencana akibat musim kemarau.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergitas dan kepedulian seluruh unsur dalam menghadapi dampak musim kemarau, termasuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya Karhutla.
Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol. Dr. Tedy Sopandi, S.I.K., M.Si., mengatakan pelaksanaan Sholat Istisqa dan doa bersama merupakan bentuk ikhtiar bersama untuk memohon pertolongan dan rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa di tengah kondisi kemarau.
“Sholat Istisqa ini merupakan ikhtiar kita bersama kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, memohon agar segera diturunkan hujan dan diberikan keselamatan serta dijauhkan dari berbagai bencana, khususnya dampak yang dapat timbul akibat musim kemarau,” ujar Kombes Pol. Tedy.
Menurutnya, ikhtiar spiritual tersebut perlu diiringi dengan langkah nyata melalui peningkatan kewaspadaan dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan. Ikhtiar secara spiritual harus berjalan beriringan dengan ikhtiar nyata melalui pencegahan Karhutla serta menjaga kelestarian lingkungan,” tambahnya.
Kombes Pol. Tedy menegaskan, sinergitas antara TNI-Polri, pemerintah daerah, Basarnas, dan seluruh elemen masyarakat menjadi faktor penting dalam menghadapi berbagai potensi bencana selama musim kemarau.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran, khususnya pembakaran lahan secara sembarangan.
“Semoga melalui doa dan ikhtiar bersama ini, Tuhan Yang Maha Esa memberikan rahmat berupa turunnya hujan yang membawa manfaat bagi masyarakat serta menjauhkan Kalimantan Timur dari berbagai bencana,” pungkasnya.
( Alfian )




