
Sampang – jurnalpolisi.id
Manajer SPBU Jerngik Bencelok, Yadi, menyampaikan permohonan maaf atas insiden penolakan pengisian bahan bakar minyak (BBM) terhadap sebuah ambulans yang tengah mengangkut jenazah pada Selasa (7/7/2026). Peristiwa tersebut menuai perhatian publik setelah dinilai tidak mengedepankan aspek kemanusiaan dalam situasi yang mendesak.
Ambulans milik keluarga besar MADAS SEDARAH yang sedang membawa jenazah dilaporkan tidak dapat mengisi BBM di SPBU Jerngik Bencelok. Kejadian itu kemudian memicu beragam tanggapan dari masyarakat dan menjadi sorotan di media sosial.
Menanggapi insiden tersebut, Yadi selaku Manajer SPBU Jerngik Bencelok menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga almarhum, pengurus MADAS SEDARAH, serta masyarakat.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas peristiwa ini. Kami akan melakukan evaluasi terhadap petugas serta memperbaiki pelayanan agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” ujar Yadi.
Ia menegaskan bahwa pihak manajemen akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur pelayanan, sekaligus memberikan pembinaan kepada seluruh petugas agar lebih memahami tata cara pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam menghadapi kondisi yang bersifat darurat atau kemanusiaan.
Sementara itu, Ketua DPC MADAS SEDARAH Sampang, Abdul Muis, menyayangkan terjadinya insiden tersebut. Menurutnya, ambulans yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan, terlebih membawa jenazah, semestinya memperoleh pertimbangan khusus.
“Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak. Dalam kondisi darurat, terutama ambulans yang membawa jenazah, pelayanan hendaknya mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan agar masyarakat tidak kembali mengalami kejadian serupa,” kata Abdul Muis.
Pihak SPBU menyatakan berkomitmen melakukan pembinaan terhadap seluruh petugas agar mampu memahami prosedur pelayanan sekaligus mengambil keputusan secara bijaksana dalam situasi tertentu. Langkah evaluasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat serta mencegah terulangnya insiden serupa di kemudian hari.(SEH)




