
Sarolangun—Jurnalpolisi.id
Kesenian tradisional kembali menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Desa Sepintun, Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun. Pertunjukan Turonggo Manunggal Budoyo yang menampilkan kesenian kuda kepang/jaranan digelar pada Minggu (30/8/2026) dan berlangsung aman, tertib, serta kondusif.
Kegiatan dimulai sekitar pukul 13.00 WIB dengan dihadiri Kapolsek Pauh IPTU H. Simangunsong, S.H., Kepala Desa Sepintun Ahmad Rukita, Manager PT ALN Siregar, personel Polsek Pauh, kelompok seni, serta masyarakat setempat.
Pertunjukan Turonggo Manunggal Budoyo tidak sekadar menjadi hiburan bagi warga. Kegiatan tersebut menjadi wadah untuk menjaga keberlangsungan seni dan budaya tradisional sekaligus memperkuat tali silaturahmi dan kebersamaan masyarakat Desa Sepintun.
Di tengah berlangsungnya pertunjukan, personel Polsek Pauh melakukan pengamanan dan monitoring guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai situasi yang aman dan tertib. Petugas juga menyampaikan imbauan kamtibmas kepada panitia dan masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, serta menghindari tindakan yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.
Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah,S.Ik.,M.H saat dibincangi awak Media Jurnal Polisi News melalui Kapolsek Pauh Iptu Hans Simangunsong,S.H menegaskan bahwa kehadiran kepolisian dalam kegiatan masyarakat merupakan bagian dari upaya menjaga situasi kamtibmas sekaligus memberikan rasa aman kepada warga yang mengikuti kegiatan budaya.
“Kegiatan masyarakat harus dapat berlangsung dengan aman dan tertib. Karena itu, kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga keamanan dan tidak melakukan hal-hal yang dapat mengganggu ketertiban umum,” demikian penekanan dalam pengamanan kegiatan tersebut.
Setelah berlangsung kurang lebih dua jam, kegiatan berakhir sekitar pukul 15.00 WIB. Seluruh rangkaian acara berjalan aman, tertib, lancar, dan kondusif, tanpa dilaporkan adanya gangguan kamtibmas.
Pelestarian budaya dan keamanan bukan dua hal yang berjalan sendiri. Keduanya harus dijaga bersama agar ruang kebudayaan tetap hidup, masyarakat dapat berkumpul dengan nyaman, dan setiap kegiatan berlangsung tanpa mengorbankan ketertiban. Turonggo Manunggal Budoyo di Desa Sepintun pun ditutup dengan situasi aman dan kondusif, menegaskan bahwa tradisi dapat terus tumbuh ketika masyarakat dan aparat menjaga kebersamaan serta keamanan secara bersama-sama,ujar Kapolsek.(Dedi)”




