
BALIKPAPAN – jurnalpolisi.id
Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kalimantan Timur (Kaltim) terus menggencarkan edukasi keselamatan untuk meningkatkan kepatuhan dan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas.
Upaya tersebut dilakukan melalui talkshow Ngobrol Pintar/Presisi (NGOPI) yang digelar di Studio Balikpapan TV (BTV), Balikpapan, Rabu (9/9/2026). Kegiatan mengangkat tema “Meningkatkan Kepatuhan dan Disiplin Masyarakat dalam Berlalu Lintas”.
Talkshow yang dipandu Wiji Winarko itu menghadirkan PS Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Kaltim Kompol Ropiyani, S.H., sebagai narasumber.
Dalam pemaparannya, Ropiyani mengatakan Ditlantas Polda Kaltim terus memperkuat langkah preventif untuk menekan angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas. Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi safety riding, kampanye keselamatan menggunakan media visual, hingga pengaturan arus lalu lintas di sejumlah titik rawan.
“Meski angka kecelakaan lalu lintas pada 2026 mengalami penurunan dibandingkan 2025, kita tidak boleh lengah,” ujar Ropiyani.
Ia menyebut sejumlah pelanggaran masih ditemukan di jalan raya, antara lain tidak menggunakan helm, melawan arus, serta berkendara dengan dokumen yang tidak lengkap.
Menurutnya, kelompok usia produktif, khususnya rentang 17 hingga 40 tahun, masih menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapat perhatian dalam edukasi keselamatan berlalu lintas.
Untuk mendukung pengawasan dan penegakan hukum, wilayah Kota Balikpapan saat ini telah dilengkapi 16 kamera CCTV dan enam kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).
Namun, keberadaan sistem elektronik tersebut tidak menghilangkan penindakan secara langsung terhadap pelanggaran yang ditemukan petugas di lapangan.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol. Dr. Tedy Sopiandi mengajak masyarakat untuk berperan aktif menciptakan budaya tertib dan aman berlalu lintas.
“Keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab kita bersama. Kami mengimbau seluruh masyarakat Kalimantan Timur, khususnya Kota Balikpapan, menjadikan tertib berlalu lintas sebagai kebutuhan, bukan karena takut kepada petugas,” tegas Tedy.
Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga, khususnya orang tua, dalam memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai keselamatan berkendara.
Selain kepatuhan pengendara, Polda Kaltim mendorong penguatan sinergi antarinstansi dalam penanganan berbagai persoalan lalu lintas, termasuk pengawasan terhadap kendaraan dengan muatan berlebih (overloading).
Melalui edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan dan didukung penegakan hukum, Ditlantas Polda Kaltim berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga budaya tertib berlalu lintas dapat tumbuh dan angka kecelakaan di wilayah Kalimantan Timur terus ditekan.
( Alfian )




