
MERANGIN – jurnalpolisi.id
Pemerintah Kecamatan Pamenang Selatan, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, menggelar kegiatan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Selango Tahun Anggaran 2027, Kamis (15/10/2026), sekitar pukul 09.30 WIB hingga selesai. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Selango tersebut menekankan pentingnya penyusunan program pembangunan yang tepat sasaran, sesuai kebutuhan masyarakat, serta mendukung upaya pencegahan dan penanganan stunting serta kekurangan gizi pada balita.
Dalam kegiatan tersebut, Camat Pamenang Selatan, Fahmi, S.Pd., menegaskan bahwa penyusunan RKPDes tidak boleh sekadar menjadi agenda rutin tahunan. Sebaliknya, RKPDes harus menjadi landasan dalam menentukan arah pembangunan desa yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, setiap program yang direncanakan harus mempertimbangkan skala prioritas, tingkat kebutuhan warga, serta dampak yang akan dihasilkan. Dengan demikian, anggaran desa dapat dimanfaatkan secara efektif, transparan, dan bertanggung jawab.
Penyusunan RKPDes Tahun Anggaran 2027, menurut arah kebijakan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, harus mengutamakan kebutuhan masyarakat. Program yang direncanakan hendaknya didasarkan pada persoalan nyata yang dihadapi warga, bukan sekadar memenuhi daftar kegiatan tahunan. Dengan begitu, setiap anggaran yang dialokasikan diharapkan memberikan manfaat yang jelas dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Selain pembangunan infrastruktur dan peningkatan pelayanan dasar, Camat Pamenang Selatan bersama Kepala Desa Selango, Anhar, juga menekankan pentingnya perhatian serius terhadap persoalan stunting dan kekurangan gizi pada balita. Pemerintah desa diharapkan dapat mengalokasikan dukungan anggaran sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku guna memperkuat program pencegahan dan penanganan stunting.
Upaya penanganan stunting membutuhkan komitmen bersama dan tidak dapat hanya dibebankan kepada sektor kesehatan. Pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader posyandu, keluarga, serta unsur masyarakat perlu bersinergi untuk memastikan anak-anak mendapatkan pemantauan pertumbuhan secara berkala, asupan gizi yang memadai, serta pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan.
Persoalan stunting, menurut penekanan dalam kegiatan tersebut, tidak boleh hanya menjadi pembahasan dalam forum perencanaan, tetapi harus ditindaklanjuti melalui program yang jelas dan terukur. Anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus harus memperoleh penanganan yang tepat. Pembangunan desa bukan hanya menyangkut jalan dan bangunan, melainkan juga peningkatan kualitas kesehatan serta perlindungan masa depan generasi penerus.
Kegiatan penyusunan RKPDes Desa Selango Tahun Anggaran 2027 ini diharapkan menjadi ruang koordinasi dan penyelarasan usulan pembangunan. Melalui forum tersebut, program yang direncanakan diharapkan sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat, kemampuan anggaran desa, serta target pembangunan yang terukur.
Kegiatan tersebut dihadiri Camat Pamenang Selatan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Pamenang Selatan, Kepala Desa Selango, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta tamu undangan lainnya.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong perencanaan pembangunan desa yang partisipatif. Dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, aspirasi warga diharapkan dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan program prioritas untuk tahun anggaran mendatang.
Tantangan selanjutnya bukan sekadar menyusun dan menetapkan RKPDes 2027, melainkan memastikan setiap rencana dapat direalisasikan dengan baik. Anggaran desa harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat, sementara persoalan stunting dan kekurangan gizi tidak boleh berhenti sebagai catatan dalam dokumen perencanaan.
Keberhasilan pembangunan desa tidak hanya diukur dari banyaknya program yang tercantum di atas kertas, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat serta perubahan nyata yang dihasilkan bagi peningkatan kesejahteraan dan masa depan generasi penerus.
(Rahma)




