BALIKPAPAN jurnalpolisi.id
SMA Negeri 1 Balikpapan menyatakan kesiapan penuh dalam menghadapi pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Berbagai persiapan teknis dan administratif telah dilakukan guna memastikan seluruh tahapan penerimaan peserta didik baru berjalan lancar, transparan, objektif, dan akuntabel.
Hal tersebut disampaikan Kepala SMA Negeri 1 Balikpapan yang juga Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Balikpapan, Drs. H. Zaenuri, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (12/6/2026).
Menurut Zaenuri, persiapan pelaksanaan SPMB telah dilakukan sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, mulai dari pembentukan panitia, penyusunan mekanisme pelayanan, hingga kesiapan teknis yang diperlukan selama proses penerimaan berlangsung.
“Kami siap melaksanakan SPMB Tahun 2026. Seluruh tahapan telah dipersiapkan sesuai petunjuk teknis dan aturan yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur,” ujarnya.
Pada tahun ini, SMA Negeri 1 Balikpapan membuka sebanyak 12 rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas maksimal 40 siswa per kelas. Dengan demikian, total daya tampung sekolah mencapai 480 peserta didik baru.
Zaenuri menjelaskan, jumlah tersebut telah ditetapkan sejak awal dalam petunjuk teknis SPMB 2026 sehingga sekolah tidak lagi diperkenankan mengajukan penambahan kuota di tengah proses penerimaan sebagaimana yang pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
Dalam pelaksanaannya, SPMB 2026 tetap menggunakan empat jalur penerimaan, yakni jalur domisili, afirmasi, prestasi, serta mutasi dan anak guru atau tenaga kependidikan (GTK).
Untuk jalur prestasi, kuota yang disediakan mencapai 30 persen dari total daya tampung. Jalur ini tidak hanya mengakomodasi prestasi akademik, tetapi juga berbagai capaian nonakademik seperti olahraga, seni, keagamaan, kepemimpinan organisasi, hingga kepramukaan.
“Kami memberikan penghargaan terhadap potensi kepemimpinan siswa. Ketua OSIS mendapatkan poin tambahan dalam jalur prestasi. Demikian pula bagi siswa yang memiliki predikat Pramuka Garuda karena pencapaian tersebut tidak mudah diraih,” jelas Zaenuri.
Sementara itu, jalur afirmasi juga mendapat alokasi kuota sebesar 30 persen dengan dasar seleksi menggunakan data resmi yang telah diverifikasi oleh Dinas Sosial. Sedangkan jalur domisili tetap menjadi jalur yang paling banyak diminati masyarakat setiap tahunnya.
Untuk memastikan seluruh informasi dapat diterima masyarakat dengan baik, panitia SPMB tingkat kota telah melakukan sosialisasi kepada kepala sekolah SMP, MTs, dan satuan pendidikan lainnya di Balikpapan. Selain itu, sosialisasi juga dilakukan kepada masyarakat melalui lingkungan RT serta media sosial masing-masing sekolah.
“Kami meminta seluruh sekolah aktif memberikan informasi kepada masyarakat, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Tujuannya agar masyarakat memperoleh informasi yang benar dan tidak mengalami kebingungan saat proses pendaftaran berlangsung,” katanya.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, proses pra-pendaftaran tahun ini dipusatkan di SMK Negeri 1 Balikpapan. Kebijakan tersebut dilakukan untuk menyamakan standar verifikasi data prestasi dan peserta didik dari luar daerah sehingga tidak terjadi perbedaan penilaian antar sekolah.
Menurut Zaenuri, sistem terpusat tersebut akan meningkatkan objektivitas penilaian dan menjamin kesetaraan kesempatan bagi seluruh calon peserta didik.
Selain itu, sistem pendaftaran online tahun ini juga berada di bawah pengelolaan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Teknologi Informasi yang bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan SPMB.
“Kami ingin memastikan seluruh proses berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan. Karena itu sekolah juga menyiapkan layanan informasi dan pengaduan bagi masyarakat agar setiap pertanyaan dapat dijawab dengan baik,” ungkapnya.
Zaenuri mengakui minat masyarakat untuk bersekolah di SMA Negeri masih cukup tinggi, khususnya melalui jalur domisili. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa jalur prestasi tetap memberikan kesempatan kepada siswa dari berbagai wilayah di Kota Balikpapan untuk mendaftar di sekolah tujuan sesuai capaian yang dimiliki.
Sebagai sekolah unggulan, SMA Negeri 1 Balikpapan juga terus berkomitmen mempertahankan kualitas pendidikan baik di bidang akademik maupun nonakademik. Didukung tenaga pendidik yang kompeten dan mayoritas telah menempuh pendidikan pascasarjana, sekolah optimistis mampu mencetak lulusan yang berprestasi dan berdaya saing tinggi.
Di akhir keterangannya, Zaenuri mengajak masyarakat untuk tidak hanya berfokus pada sekolah negeri.
Menurutnya, kualitas pendidikan di sejumlah sekolah swasta di Balikpapan terus meningkat dan layak menjadi pilihan bagi calon peserta didik.
“Pendidikan adalah hak seluruh warga negara. Yang terpenting bukan hanya sekolahnya, tetapi bagaimana siswa memiliki semangat belajar yang tinggi dan mendapatkan pendampingan yang baik dari orang tua. Dengan itu, anak-anak kita akan mampu meraih prestasi di mana pun mereka bersekolah,” tuturnya.
Tahapan pendaftaran jalur afirmasi, prestasi, dan mutasi dijadwalkan mulai dibuka pada 22 Juni 2026, sedangkan jalur domisili akan dimulai pada 29 Juni 2026. Setelah proses penerimaan selesai, peserta didik baru akan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 13 Juli 2026 dan kegiatan belajar mengajar dijadwalkan dimulai pada 27 Juli 2026.
( Alfian )