
CIPARI – jurnalpolisi.id
Pembangunan infrastruktur pertanian di Desa Pegadingan, Kecamatan Cipari, menunjukkan progres yang sangat positif. Proyek jaringan irigasi yang dikelola oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) “Maju Tani” dinilai berjalan sukses dan pengerjaan fisiknya terbukti di lapangan telah memenuhi standar prosedur teknis yang ketat, Selasa (14/7/2026).
Program stimulan nasional ini diturunkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. Penyalurannya dikawal langsung oleh Satuan Kerja (Satker) Operasi dan Pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air Citanduy, Jawa Barat, di bawah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) OP Pemanfaatan Irigasi Air Tanah.
Berdasarkan pantauan di lokasi, seluruh proses pelaksanaan proyek ini telah berjalan lurus dengan standar spesifikasi teknis (Spektek) yang ditentukan. Ketepatan prosedur tersebut mencakup beberapa tahapan krusial:
Persiapan & Pembersihan Lahan: Jalur irigasi dibersihkan secara menyeluruh dari akar tanaman dan kotoran. Setelah bersih, lahan digali secara presisi dan dipadatkan sebelum material mulai dipasang.
Pemasangan & Finis yang Kokoh: Pemasangan batu kali menggunakan adukan semen yang proporsional sesuai takaran. Tahap akhir diperkuat dengan plesteran dan acian yang rapi guna memastikan saluran air kuat, estetis, dan bebas dari risiko kebocoran.
Ketua P3A Maju Tani Desa Pegadingan, Samyono, mengungkapkan bahwa kelancaran pengerjaan ini merupakan buah dari gotong royong dan komitmen yang solid dari seluruh anggota kelompok tani. Keterlibatan aktif warga melalui skema swakelola dinilai membuat pembangunan menjadi jauh lebih transparan dan tepat sasaran.
”Program ini langsung dieksekusi oleh petani dan untuk petani. Karena dikerjakan secara swakelola, kami berkomitmen menjaga kualitas fisik bangunan agar sesuai Spektek demi kemaslahatan bersama jangka panjang,” ujar Samyono.
Keberadaan jaringan irigasi yang permanen dan tertata rapi ini membawa tiga manfaat utama bagi ketahanan pangan di Desa Pegadingan:
1).Peningkatan Frekuensi Masa Tanam: Pasokan air yang stabil memangkas ketergantungan petani pada cuaca tadah hujan, membuka peluang peningkatan indeks pertanaman (IP) dalam setahun.
2).Efisiensi Air yang Maksimal: Saluran yang diplester dengan baik meminimalkan risiko rembesan air ke dalam tanah, sehingga distribusi air mengalir lebih cepat dan merata hingga ke ujung area persawahan.
3).Peningkatan Hasil Panen: Ketersediaan air yang terjamin pada fase-fase kritis pertumbuhan padi berdampak langsung pada optimalnya kualitas bulir padi dan lonjakan hasil produksi saat panen.
Masyarakat Desa Pegadingan menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy atas program padat karya P3-TGAI ini. Melalui infrastruktur irigasi yang berkualitas, para petani kini menatap masa depan pertanian mereka dengan optimisme baru demi peningkatan kesejahteraan ekonomi desa.
(Syaifulloh)



