Balikpapan jurnalpolisi.id
Kegiatan reses masa sidang II Tahun 2025/2026 yang digelar anggota DPRD Kota Balikpapan dari Partai Golkar di Kelurahan Sepinggan Baru, Kecamatan Balikpapan Selatan, menjadi wadah penyerapan aspirasi masyarakat terkait berbagai persoalan kebutuhan dasar hingga pembangunan infrastruktur.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (29/4/2026) pukul 16.00 WITA di RT 19 tersebut dihadiri sekitar 100 warga serta sejumlah unsur pemerintah daerah, di antaranya Camat Balikpapan Selatan, Lurah Sepinggan Baru, perwakilan Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim), serta pihak PDAM/PTMB.
Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, H. Yusri, SE, dalam sambutannya menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda formal, melainkan momentum penting untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat.
“Kami hadir untuk mendengar langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, mulai dari kebutuhan air bersih, stabilitas harga pangan, hingga akses pendidikan dan layanan kesehatan,” ujarnya.
Menurutnya, hasil dialog bersama warga akan menjadi bahan utama dalam pembahasan di tingkat legislatif, baik dalam penyusunan kebijakan maupun penganggaran program pembangunan.
Yusri menegaskan, Partai Golkar berkomitmen menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah, sehingga setiap aspirasi yang disampaikan dapat diperjuangkan hingga terealisasi dalam bentuk program nyata.
Dalam sesi tanya jawab, warga menyampaikan sejumlah keluhan dan usulan, terutama terkait layanan air bersih, perbaikan infrastruktur lingkungan, serta kebutuhan fasilitas umum yang dinilai masih perlu peningkatan.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan semangat gotong royong dalam membangun lingkungan yang lebih baik.
“Kami akan mencatat seluruh masukan dan memperjuangkannya dalam rapat-rapat komisi agar dapat masuk dalam kebijakan pembangunan daerah,” tambahnya.
Kegiatan reses ditutup pada pukul 18.30 WITA dalam kondisi aman dan lancar. Selama kegiatan berlangsung, aparat kepolisian setempat turut melakukan monitoring guna memastikan situasi tetap kondusif.
Melalui kegiatan reses ini, diharapkan terbangun komunikasi dua arah yang efektif antara masyarakat dan pemangku kebijakan, sehingga arah pembangunan di Kota Balikpapan dapat lebih tepat sasaran dan berpihak pada kebutuhan masyarakat.
( Alfian )