Penajam Paser Utara – jurnalpolisi id
Kepolisian Republik Indonesia terus menunjukkan peran aktif dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting di Tanah Air. Melalui Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud) Polres Penajam Paser Utara (PPU), Polda Kalimantan Timur, kegiatan peduli stunting digelar di Gedung Serba Guna Desa Babulu Laut, Kecamatan Babulu, Jumat (8/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program unggulan Polri sekaligus rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80, dengan menyasar wilayah pesisir yang dinilai masih rentan terhadap persoalan gizi anak.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah desa, tenaga kesehatan Puskesmas Babulu Laut, hingga personel kepolisian. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu memperkuat upaya penanganan stunting secara terpadu di tingkat daerah.
Dalam kegiatan itu, petugas melakukan pemeriksaan tumbuh kembang bayi dan balita usia 0–59 bulan, dengan penekanan pada kelompok usia 0–24 bulan yang merupakan fase krusial dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Pemeriksaan meliputi pengukuran tinggi dan berat badan anak yang dicatat dalam Buku KIA atau Kartu Menuju Sehat (KMS).
Hasil pemeriksaan kemudian diklasifikasikan menggunakan indikator warna, yakni hijau untuk kondisi normal, kuning sebagai tanda waspada gizi kurang, serta merah untuk kondisi gizi buruk atau stunting yang memerlukan penanganan lanjutan oleh tenaga kesehatan.
Selain pemeriksaan, Sat Polairud Polres PPU juga menyalurkan bantuan makanan tambahan bergizi berupa telur, susu, dan biskuit program pemulihan selama 90 hari. Para orang tua balita turut diberikan edukasi mengenai pola makan sehat melalui konsep “Isi Piringku” guna meningkatkan status gizi anak secara berkelanjutan.
Tak hanya itu, pemeriksaan kesehatan juga mencakup deteksi dini penyakit penyerta seperti tuberkulosis (TBC), cacingan, dan diare berulang yang berpotensi menjadi faktor penyebab stunting.
Sebagai tindak lanjut, kader kesehatan bersama Bhabinkamtibmas perairan akan melakukan kunjungan rumah secara berkala guna memantau perkembangan kondisi anak-anak yang telah terdata dalam kegiatan tersebut.
Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara melalui Kasat Polairud AKP Abiyantoro menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga mendukung pembangunan sumber daya manusia.
“Polri hadir tidak hanya menjaga keamanan wilayah perairan, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga kesehatan generasi penerus bangsa melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan tenaga kesehatan,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung tertib dan mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Upaya kolaboratif ini diharapkan mampu mempercepat penurunan angka stunting serta mendukung terwujudnya generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045.
( Alfian )