
BERAU jurnalpolisi.id
Polres Berau terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Salah satu upaya yang dilakukan yakni menggelar latihan sekaligus uji coba penggunaan cairan Surface Active Agent (SAA), inovasi hasil pengembangan Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda.
Kegiatan tersebut berlangsung di Markas Komando (Mako) Satuan Samapta Polres Berau, Jalan Pemuda, Kecamatan Tanjung Redeb, Sabtu (31/10/2026), mulai pukul 08.30 hingga 09.30 WITA.
Uji coba ini melibatkan jajaran pejabat utama Polres Berau serta personel Kodim 0902/BRU, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Berau, dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Berau. Keterlibatan sejumlah instansi tersebut menjadi bagian dari penguatan koordinasi dan sinergi dalam menghadapi potensi Karhutla.
Kasi Humas Polres Berau, AKP Suradi, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan personel sekaligus menguji pemanfaatan inovasi teknologi yang dapat mendukung efektivitas pemadaman kebakaran.
Menurutnya, kesiapan sumber daya manusia, peralatan, serta metode penanganan yang tepat merupakan faktor penting dalam mempercepat proses pemadaman, terutama di wilayah yang memiliki potensi kebakaran hutan dan lahan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan teknis mengenai tata cara penggunaan cairan SAA oleh Kabag Ops Polres Berau, AKP Kasiyono, S.H. Selanjutnya, peserta mengikuti serangkaian pengujian, mulai dari kemampuan penetrasi cairan pada media air dan batu bara kering, penjelasan komposisi campuran sesuai karakteristik lokasi kebakaran, hingga praktik pemadaman menggunakan air biasa dan air yang telah dicampur cairan SAA.
Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan, campuran SAA menunjukkan kemampuan penetrasi lebih cepat ke dalam material yang terbakar dibandingkan penggunaan air biasa. Kemampuan tersebut dinilai dapat membantu proses pemadaman agar berlangsung lebih efektif serta menjangkau bagian material yang berpotensi menyimpan bara api.
Pengujian pada media kayu juga menunjukkan adanya penurunan suhu material setelah proses pemadaman menggunakan campuran SAA. Kondisi ini diharapkan dapat membantu mengurangi risiko munculnya kembali titik api setelah proses pemadaman.
Selain itu, penggunaan cairan SAA berpotensi mengoptimalkan pemanfaatan air dalam proses pemadaman sehingga penanganan kebakaran dapat dilakukan secara lebih efisien.
Melalui latihan dan uji coba ini, Polres Berau berharap inovasi cairan SAA dapat menjadi salah satu alternatif pendukung dalam upaya penanggulangan Karhutla. Penguatan kerja sama antara Polri, TNI, BPBD, Damkarmat, dan instansi terkait juga diharapkan mampu meningkatkan kesiapan menghadapi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Berau.
Dengan dukungan personel yang terlatih, peralatan memadai, serta pemanfaatan teknologi tepat guna, upaya pencegahan dan penanganan Karhutla diharapkan dapat berjalan lebih cepat, terkoordinasi, dan efektif.
( Alfian )




