
BANYUWANGI, jurnalpolisi.id
Jajaran Satreskrim Polresta Banyuwangi berhasil mengamankan terduga pelaku pembuangan bayi laki-laki di Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi.
Penangkapan dilakukan pada Selasa malam, 6 Oktober 2026, setelah polisi menelusuri sejumlah bukti, termasuk rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi kejadian.
Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi Kompol Lanang Teguh Pambudi membenarkan penangkapan tersebut. Ia menyatakan, terduga pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif dalam proses penyidikan.
“Benar, sudah kami amankan terduga pelaku. Saat ini masih dalam pemeriksaan penyidik,” ujar Kompol Lanang Teguh Pambudi.
Polisi menduga pria yang diamankan tersebut merupakan ayah biologis dari bayi tersebut. Namun, identitas dan peran terduga pelaku belum disampaikan secara rinci karena penyidik masih mendalami kasus tersebut, termasuk motif di balik aksi pembuangan bayi.
Sebelumnya, bayi laki-laki itu ditemukan warga di depan rumah Sugiono, warga Dusun Krajan, Desa Kalibaru Wetan, pada Sabtu, 3 Oktober 2026, sekitar pukul 04.20 WIB. Saat ditemukan, bayi masih dalam kondisi hidup dan hanya dibalut handuk berwarna kuning kombinasi hitam.
Bayi tersebut ditemukan dalam posisi telentang dengan kepala menghadap ke timur dan kaki ke barat. Warga yang terkejut kemudian melaporkan temuan itu kepada Polsek Kalibaru.
Petugas yang dipimpin Kapolsek Kalibaru AKP Achmad Junaedi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi. Bayi tersebut kemudian dievakuasi ke bidan desa sebelum mendapat perawatan lebih lanjut di Puskesmas Kalibaru.
Hasil pemeriksaan awal tenaga kesehatan menunjukkan bayi berada dalam kondisi sehat. Bayi berjenis kelamin laki-laki itu memiliki berat sekitar 3.000 gram, panjang badan 45 sentimeter, lingkar kepala 33 sentimeter, dan lingkar dada 34 sentimeter.
Hingga kini, polisi masih melanjutkan penyidikan untuk mengungkap rangkaian peristiwa secara utuh serta memastikan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pembuangan bayi tersebut.
Jurnalis: Boby Try Setya
Editor: Redaksi




