
JAKARTA – jurnalpolisi.id
Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Jerrold Hendra Yosef Kumontoy, S.I.K., M.Si., berhasil lolos ke tahap akhir seleksi calon Komandan Upacara (Danup) peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta.
Jerrold menjadi salah satu dari sembilan perwira terbaik yang melanjutkan tahapan seleksi. Saat ini, seluruh kandidat menjalani karantina serta latihan terpusat di bawah pembinaan Komando Garnisun Tetap (Kogartap) I/Jakarta.
Bagi Jerrold, keberhasilan mencapai tahap akhir merupakan sebuah kehormatan sekaligus pengalaman berharga. Ia bersyukur mendapat kepercayaan dari institusi Polri untuk mengikuti proses seleksi hingga sejauh ini.

“Bagi saya, terpilih menjadi calon petugas Komandan Upacara Istana mewakili institusi Polri hingga titik ini saja sudah sangat bersyukur. Banyak pengalaman yang saya dapatkan,” ujar Jerrold dalam keterangannya, Minggu (16/8/2026).
Persiapan Fisik dan Mental
Seleksi calon Danup upacara kenegaraan bukanlah proses yang mudah. Para peserta dituntut memiliki kemampuan baris-berbaris, kebugaran fisik, ketahanan mental, konsentrasi tinggi, serta kemampuan memimpin pasukan dalam sebuah upacara kenegaraan.
Jerrold mengaku telah mempersiapkan diri sejak awal mengikuti proses seleksi. Selain menjaga kebugaran dengan rutin berolahraga, ia juga melatih kemampuan sebagai komandan upacara secara mandiri.

Latihan tersebut bahkan dilakukan di halaman Mapolresta Balikpapan ketika aktivitas kantor mulai sepi. Baginya, setiap persiapan menjadi bagian penting untuk memastikan kesiapan apabila dipercaya mengemban tugas kenegaraan.
“Semua harus dipersiapkan dengan matang. Mohon doa dan dukungannya,” katanya.
Meski telah mencapai tahap akhir, Jerrold menyadari persaingan masih sangat ketat. Dari sembilan kandidat yang mengikuti tahapan akhir, belum seluruhnya akan ditetapkan sebagai Danup pada upacara pengibaran maupun penurunan Sang Merah Putih di Istana.
“Pokoknya berusaha semaksimal mungkin. Ditunjuk menjadi petugas utama atau tidak pada HUT RI di Istana nanti urusan lain. Terpilih menjadi petugas cadangan pun harus siap. Tugas upacara kenegaraan yang lain pun harus siap. Sekali lagi mohon doanya saja,” ujarnya.
Keluarga Jadi Sumber Kekuatan
Di tengah padatnya latihan dan persiapan, Jerrold menyebut dukungan keluarga menjadi salah satu sumber kekuatan utama. Menurutnya, menjaga kondisi fisik bukan satu-satunya hal yang diperlukan dalam menghadapi seleksi, tetapi juga menjaga keseimbangan mental dan semangat.
“Istri dan anak-anak adalah bagian dari hidup saya. Waktu berkualitas bersama mereka seusai latihan menjadi alasan terbesar saya untuk kembali bangkit mempersiapkan diri,” tuturnya.
Jerrold juga memandang proses seleksi tersebut bukan semata-mata sebagai pencapaian pribadi. Jika nantinya dipercaya memimpin upacara kenegaraan di Istana, tugas tersebut dinilainya sebagai kehormatan bagi institusi Polri sekaligus membawa nama Kalimantan Timur di tingkat nasional.
Dengan dukungan Kapolda Kalimantan Timur serta penunjukan Wakapolresta Balikpapan sebagai pelaksana tugas harian, Jerrold memastikan roda organisasi, pelayanan masyarakat, dan pemeliharaan keamanan di Kota Balikpapan tetap berjalan optimal selama dirinya menjalani rangkaian seleksi dan karantina.
“Kini tanggung jawab ini bukan lagi sekadar membawa nama Balikpapan, melainkan kehormatan Provinsi Kalimantan Timur di kancah nasional,” pungkasnya.
( Alfian)




