KUTAI TIMUR jurnalpolisi.id
Sejumlah elemen pemuda di Kabupaten Kutai Timur meminta aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk meningkatkan pengawasan terhadap distribusi bahan bakar minyak (BBM) subsidi di wilayah tersebut guna mencegah terjadinya penyalahgunaan yang dapat memicu kelangkaan di tengah masyarakat.
Salah satu tokoh pemuda Kutai Timur, Muhammad Khairudin, S.Sos., menyampaikan harapannya agar jajaran TNI-Polri bersama pemerintah daerah dapat bersinergi dalam melakukan pengawasan terhadap seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang beroperasi di Kabupaten Kutai Timur.
Menurutnya, pengawasan yang ketat diperlukan agar distribusi BBM subsidi benar-benar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu.
“Kami berharap Polres Kutai Timur, Kodim, Koramil, Polsek, serta instansi terkait dapat bersama-sama melakukan pengawasan terhadap SPBU-SPBU yang ada, khususnya terkait penyaluran BBM subsidi agar tidak terjadi penyalahgunaan,” ujar Khairudin dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026).
Ia juga meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kutai Timur untuk turun langsung ke lapangan guna memastikan distribusi BBM subsidi berjalan sesuai ketentuan.
Menurutnya, kelangkaan BBM subsidi sangat berdampak terhadap aktivitas masyarakat karena berkaitan langsung dengan kebutuhan sehari-hari dan sektor perekonomian warga.
“Jangan sampai akibat ulah oknum tertentu menyebabkan masyarakat kesulitan mendapatkan BBM subsidi,” katanya.
Khairudin menambahkan, pengawasan distribusi BBM subsidi sejalan dengan arahan pemerintah pusat yang menekankan pentingnya pengelolaan subsidi secara tepat guna dan transparan demi kepentingan masyarakat luas.
Ia berharap seluruh pihak dapat bersatu dalam menjaga distribusi BBM subsidi agar tetap lancar, tepat sasaran, dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Kutai Timur.
( Alfian )