BALIKPAPAN jurnalpolisi.id
Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas penerangan kota melalui program Balikpapan Terang. Pada tahun 2026, Pemkot Balikpapan mengalokasikan anggaran sekitar Rp60 miliar hingga Rp70 miliar untuk pembangunan 1.600 titik Penerangan Jalan Umum (PJU) baru serta pemasangan lampu artistik di sejumlah ruas jalan dan kawasan permukiman.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan representatif bagi masyarakat, sekaligus mendukung estetika kota sebagai salah satu daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan mengatakan, pembangunan PJU dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan hasil usulan yang disampaikan melalui berbagai forum perencanaan pembangunan.
“Pada tahun 2026 kami mengalokasikan anggaran sekitar Rp60 miliar hingga Rp70 miliar untuk program Balikpapan Terang.
Anggaran tersebut akan digunakan untuk pemasangan sekitar 1.600 titik PJU baru serta lampu artistik di sejumlah ruas jalan dan kawasan permukiman,” ujarnya.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas penerangan jalan, tetapi juga mendukung keselamatan pengguna jalan, memperkuat rasa aman masyarakat saat beraktivitas pada malam hari, serta memperindah wajah kota.
Data Dinas Perhubungan menunjukkan, sejak tahun 2023 hingga 2026, Pemerintah Kota Balikpapan telah menginvestasikan anggaran sebesar Rp244 miliar untuk pemasangan 8.305 unit PJU yang tersebar di berbagai wilayah kota.
“Secara kumulatif sejak 2023 hingga 2026, total anggaran yang telah dialokasikan mencapai Rp244 miliar dengan jumlah pemasangan sebanyak 8.305 unit PJU. Ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan penerangan masyarakat,” katanya.
Meski capaian tersebut cukup signifikan, kebutuhan penerangan jalan di Kota Balikpapan masih tergolong tinggi.
Berdasarkan pendataan terbaru, masih terdapat sekitar 5.804 titik yang membutuhkan pemasangan PJU baru.
Karena itu, pemerintah daerah akan terus melanjutkan program penambahan lampu penerangan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah dan skala prioritas pembangunan.
“Kami masih memiliki kekurangan sekitar 5.804 titik PJU. Oleh sebab itu, penambahan akan terus dilakukan secara bertahap agar seluruh wilayah kota dapat menikmati penerangan yang memadai,” jelasnya.
Selain fokus pada pembangunan infrastruktur baru, Pemkot Balikpapan juga menghadapi tantangan dalam pengelolaan operasional jaringan penerangan yang terus berkembang. Saat ini, biaya tagihan listrik untuk seluruh jaringan PJU di Kota Balikpapan mencapai sekitar Rp2,7 miliar setiap bulan.
Menurut Dinas Perhubungan, tingginya biaya operasional tersebut mendorong pemerintah untuk terus melakukan pengelolaan yang efektif dan efisien, termasuk mempertimbangkan penggunaan teknologi penerangan yang lebih hemat energi.
“Selain pembangunan, aspek pemeliharaan dan operasional juga menjadi perhatian utama. Saat ini tagihan listrik PJU mencapai sekitar Rp2,7 miliar per bulan sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara efisien dan berkelanjutan,” tambahnya.
Program Balikpapan Terang diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat, mulai dari meningkatnya keselamatan berlalu lintas, berkurangnya potensi tindak kriminalitas pada malam hari, hingga terciptanya kawasan kota yang lebih indah dan modern melalui pemasangan lampu-lampu artistik di titik-titik strategis.
Melalui program tersebut, Pemerintah Kota Balikpapan menargetkan pemerataan akses penerangan jalan di seluruh wilayah kota sebagai bagian dari upaya mewujudkan Balikpapan yang aman, nyaman, berdaya saing, dan semakin layak huni bagi seluruh masyarakat.
( Alfian )