
SUKABUMI — jurnalpolisi.id
Sukabumi Expo 2026 sekaligus pesta rakyat dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-156 resmi digelar dengan menghadirkan beragam hiburan, pameran produk, wahana permainan, hingga kegiatan yang melibatkan pelaku UMKM dan dunia usaha.
Ketua Pelaksana Sukabumi Expo, Agus Chandra, yang juga Direktur PT Buana Citra Promosindo, mengatakan kegiatan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat Kabupaten Sukabumi.
“Alhamdulillah, hari ini pembukaan pesta rakyat dengan hiburan gebyar Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-156. Kami menampilkan grup dangdut Soneta dan sejumlah artis lainnya, salah satunya bintang Akademi Tasa,” ujar Agus.
Menurutnya, masyarakat tidak hanya datang untuk menikmati hiburan, tetapi juga memanfaatkan momentum tersebut untuk menikmati berbagai wahana permainan dan berbelanja di area Sukabumi Expo.
Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung hingga 13 September 2026, atau selama kurang lebih 16 hari. Pada tahap awal, kegiatan diisi dengan pesta rakyat yang mengangkat gelaran budaya daerah serta menghadirkan kesenian nasional.
Sementara itu, mulai 10 hingga 13 September 2026 akan digelar pameran pembangunan yang menampilkan hasil pembangunan Pemerintah Kabupaten Sukabumi yang telah dilaksanakan sekaligus menjadi sarana sosialisasi program pembangunan ke depan.
“Gongnya pameran itu tanggal 10 September. Insyaallah akan dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Bapak Bupati Sukabumi,” katanya.
Tidak hanya pameran pembangunan, Sukabumi Expo tahun ini juga semakin semarak dengan adanya job fair yang digelar melalui kolaborasi Dinas Perdagangan dan Perindustrian serta Dinas Tenaga Kerja.
Job fair tersebut terbuka untuk masyarakat umum. Sejumlah perusahaan dari berbagai daerah, di antaranya Bekasi, Jakarta dan Bandung, turut berpartisipasi membuka kesempatan kerja, baik untuk lowongan dalam negeri maupun luar negeri.
Agus menegaskan, seluruh rangkaian kegiatan Sukabumi Expo dan pesta rakyat dilaksanakan tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Tidak ada satu pun sponsor yang masuk. Namun alhamdulillah beberapa peserta dari dunia usaha yang ikut mempromosikan produknya di sini juga hadir,” jelasnya.
Ia menyebut pembiayaan kegiatan diperoleh melalui swadaya dan swadana dari berbagai pihak yang berpartisipasi, mulai dari pedagang, dunia usaha hingga instansi pemerintah yang turut ambil bagian dalam memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi.
“Pemerintah daerah memberikan fasilitator agar kegiatan ini bisa terlaksana. Selebihnya kami melakukan swadaya dan swadana,” ungkap Agus.
Ia berharap dunia usaha, baik pengusaha kecil, menengah maupun perusahaan besar dan pabrikan yang berada di Kabupaten Sukabumi dapat ikut menjadikan momentum hari jadi sebagai milik bersama.
“Ulang tahun Kabupaten Sukabumi ini bukan milik pemerintah, tetapi milik rakyat, milik masyarakat Kabupaten Sukabumi. Pemerintah hanya menjadi leading sector sebagai panitia yang mengoordinasikan,” tuturnya.
Dari komposisi peserta, sekitar 60 persen merupakan pelaku UMKM, sedangkan 40 persen lainnya berasal dari dunia usaha.
Pembukaan pesta rakyat juga turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sukabumi, di antaranya Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi, Kapolres, Dandim, Kajari serta unsur Pengadilan Agama.
Pada pembukaan pameran pembangunan 10 September mendatang, panitia juga menyiapkan sejumlah pertunjukan budaya. Salah satunya berupa penampilan penari kolosal dan kesenian debus yang disebut merupakan putra asli Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.
“Bersama Pak Firman, akan digelar pertunjukan budaya, termasuk penari kolosal pada saat pembukaan. Insyaallah juga akan ada pesta kembang api,” katanya.
Terkait nama kelompok debus yang akan tampil, Agus mengatakan pihaknya masih melakukan koordinasi. Namun, kelompok tersebut dipimpin oleh seseorang bernama Firman.
Sementara itu, mengenai karnaval mobil hias, Agus menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bukan berada di bawah kewenangannya karena merupakan bagian dari kepanitiaan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi.
“Saya hanya mengelola sebagai leading sector untuk Sukabumi Expo dan pesta rakyat. Untuk karnaval mobil hias merupakan kewenangan panitia Hari Jadi. Informasi yang saya terima, tahun ini tidak dilaksanakan,” jelasnya.
Selain Sukabumi Expo, rangkaian kegiatan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi juga akan diisi kegiatan “Ngalongok Lulur Kalembur” yang dijadwalkan berlangsung pada 19 September 2026.
Kegiatan tersebut rencananya mengambil rute dari wilayah Cikembar menuju Ujung Genteng.
Agus berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat menjadi ruang hiburan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan pelaku usaha di Kabupaten Sukabumi.
“Kami menyuguhkan yang terbaik untuk masyarakat Sukabumi. Semoga masyarakat bisa menikmati, berlibur, menonton hiburan dan berbelanja tanpa dipungut biaya untuk masuk ke area kegiatan,” pungkasnya.
Neng Nur




