Meulaboh. Aceh Barat. jurnalpolisi.id
Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan kekecewaannya terhadap terhentinya pembangunan Rumah Sakit Regional Meulaboh akibat ketiadaan anggaran. Ia bahkan berencana membawa Bupati Aceh Barat untuk bertemu langsung dengan Presiden guna meminta dukungan pendanaan agar proyek tersebut dapat dilanjutkan.
Hal itu disampaikan Malik Mahmud saat melakukan kunjungan kerja ke RS Regional Meulaboh di Desa Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, Minggu 17/5/2026. Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Bupati Aceh Barat, Tarmizi.
Yang saya kecewa kenapa sampai terhenti pembangunan ini. Padahal progresnya sudah mencapai 50 persen. Ini akan kita usahakan bersama pak bupati. Kita akan bertemu pemerintah, dalam hal ini Presiden, dan saya akan bicara langsung agar dibantu, kata Malik Mahmud.
Menurutnya, apabila pembangunan tidak segera dilanjutkan, bangunan RS Regional Meulaboh yang telah berdiri dikhawatirkan menjadi terbengkalai. Karena itu, ia meminta dukungan semua pihak agar rumah sakit tersebut dapat segera rampung dan difungsikan.
Kalau tidak segera diselesaikan, bangunan ini bisa terbengkalai. Maka perlu usaha bersama dari semua pihak dan doa masyarakat agar RS Regional ini segera selesai dibangun, ujarnya.
Malik Mahmud juga menegaskan komitmennya untuk mendampingi Bupati Aceh Barat menemui Presiden guna memperjuangkan bantuan anggaran bagi kelanjutan proyek tersebut.
Ini pak bupati anak buah saya dan saya sudah bilang akan bawa jumpa langsung dengan Presiden. Kita akan bicara untuk meminta perhatian dan bantuan. Saya yakin beliau akan membantu, katanya.
Sementara itu, Bupati Aceh Barat, Tarmizi, mengatakan saat ini Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) sedang membahas Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA). Ia berharap anggaran lanjutan pembangunan RS Regional Meulaboh dapat diperjuangkan tahun ini dengan nilai minimal Rp50 miliar.
Kemudian tahun depan, seperti yang saya sampaikan kepada Wali dan juga teman-teman DPR serta tim TAPA, kalau dana otsus sudah kembali kita minta skema multiyears minimal Rp150 miliar. Sehingga pada tahun 2028 nanti rumah sakit ini bisa di-launching, kata Tarmizi. (*Tengku)