
NTT, jurnalpolisi.id
Sejumlah orang tua alumni Politeknik Pertahanan (Poltekhan) Ben Mboi Universitas Pertahanan RI (UNHAN) Kabupaten Belu menyatakan kekecewaan mendalam, setelah 53 putra‑putri mereka belum mendapatkan kepastian penempatan menjadi anggota TNI Angkatan Darat (TNI AD) angkatan Cohort III Tahun Akademik 2026. Harapan mereka untuk menyampaikan keluhan secara langsung kepada Menteri Pertahanan RI di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) pun pupus karena rencana kunjungan pejabat tersebut batal dilaksanakan pada Sabtu (17/10/2026).
Para orang tua berasal dari berbagai wilayah Nusa Tenggara Timur, termasuk Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Salah satu perwakilan, Maxi Laka, menjelaskan bahwa anak‑anak mereka telah menempuh pendidikan selama tiga tahun di UNHAN Belu. Awalnya mereka memahami bahwa lulusan akan langsung diterima menjadi anggota TNI AD tanpa perlu mengikuti tes ulang.
“Kami menyekolahkan anak‑anak dengan pemahaman bahwa setelah tamat, mereka langsung menjadi anggota TNI AD tanpa tes lagi. Namun hingga saat ini belum ada kepastian,” ujar Maxi Laka.
Dari total 175 siswa angkatan tersebut, sebanyak 57 orang termasuk dalam kelompok Cohort III. Di antaranya 53 orang belum mendapatkan kuota penempatan jalur TNI AD. Sementara beberapa lainnya memperoleh rekomendasi jalur Angkatan Udara dan Angkatan Laut, namun belum juga mendapatkan kepastian penempatan.
Maxi menambahkan ketidakpastian ini membuat para alumni bingung dengan langkah masa depan mereka. “Saat ini anak‑anak kami seperti menganggur dan tidak tahu harus ke mana,” katanya.
Rencana bertemu Menteri Pertahanan di TTS menjadi harapan utama para orang tua untuk mendapatkan penjelasan resmi. Namun karena jadwal kunjungan dibatalkan, kesempatan itu hilang. Meski kecewa, mereka berharap aspirasi yang disampaikan melalui media dapat sampai kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan RI.
“Kami datang jauh‑jauh untuk menyampaikan keluhan langsung. Karena tidak bisa bertemu, kami berharap suara kami didengar melalui pemberitaan media,” tegas Maxi.
Hingga berita ini diterbitkan, klaim terkait komitmen penempatan langsung lulusan Poltekhan UNHAN masih memerlukan konfirmasi resmi dari pihak Universitas Pertahanan, Kementerian Pertahanan, maupun pimpinan TNI AD. Para orang tua meminta penjelasan tentang status kelulusan, mekanisme penempatan resmi, dan kepastian masa depan putra‑putri mereka.




